Advertorial Kegiatan

Melalui Tatanan Baru, SMP Negeri 9 Magelang Pastikan Siswa Peroleh Pembelajaran Berkualitas

MAGELANG – Menghadapi pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021, SMP Negeri 9 Magelang telah menyiapkan program baru. Program itu bertujuan memastikan setiap  siswa mendapat kesempatan pembelajaran yang berkualitas dengan tetap ikut serta mencegah terjadinya penyebaran dan penularan Covid-19.

Kepala SMP Negeri 9 Magelang, Dr. Siti Yulaeha, S.Pd., M.Si mengatakan, terkait hal itu pihak sekolah telah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan. Berupa video sosialisasi program, banner, alat kebersihan (disinfektan, sabun cair, hand sanitizer), alat kesehatan (thermo gun, obat-obatan di UKS ), alat pelindung diri (masker, face shield).

“Serta sarana dan prasarana yang lain. Seperti kamar mandi, WC, tempat cuci tangan di lokasi strategis,” katanya.

Dr. Siti Yulaeha menuturkan, sekolah telah membentuk “Tim Sekolah Tangguh”, menyusun Prosedur Operasional Standar (POS) Kenormalan Baru. Kemudian mensosialisasikan program sekolah kenormalan baru kepada seluruh warga sekolah, siswa dan orang tua. misalnya dengan surat edaran, leaflet, video, dan lain-lain.

“Kami juga menyepakati bersama dengan orangtua peserta didik dalam pelaksanaan program sekolah kenormalan baru ini. Serta berkoordinasi dengan instansi setempat terkait kesiapan pembelajaran tatap muka. Seperti Puskesmas, Babinsa,” tuturnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah (Waka) I, Sri Mulyani, S.Pd, SMP Negeri 9 Magelang mengatur jumlah siswa dengan sistem shift, maksimal 16 siswa, 1 meja dipakai 1 siswa. Waktu  pembelajaran pun diatur, dengan menggunakan siklus pekanan, yaitu 3 hari pembelajaran tatap muka, 2 hari libur, dan 2 hari daring. Selama masa transisi  dengan 4 jam efektif, yaitu 3 jam pelajaran x 30 menit per kelompok. Untuk masa kenormalan baru dengan 7 jam efektif, yaitu 6 jam pelajaran x 30 menit per kelompok.

“Kami juga mengatur waktu masuk dan pulang agar tidak bersamaan. Kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, Kelas 8 pukul 07.30 WIB, dan Kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB,” terang Sri Mulyani.

Menyesuaikan kenormalan baru, para guru juga menyusun Program Tahunan, Program Semester, KTSP Dokumen 1, 2,3, serta menyusun strategi mengajar dan penilaian. Pola pembelajaran tatap  muka (PTM), penugasan, umpan balik, mengutamakan materi inti, dan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP).

“Para guru juga memanfaatkan teknologi inforrmasi dalam memberikan penugasan di rumah dan penilaian dengan daring,” tambah Sri Mulyani.

Guru memberikan penugasan yang tidak memberatkan siswa pada saat Belajar dari Rumah (BDR). Di mana BDR dikemas dengan kegiatan yang lebih menyenangkan dan lebih mengarah kepada pengembangan pendidikan karakter siswa.

Sri Mulyani merincikan, tatanan kenormalan baru di SMP Negeri 9 Magelang dilaksanakan dengan beberapa tahap. Pertama, tahap simulasi dan verifikasi, dilaksanakan untuk mencoba sekolah dengan tatanan baru. Pelaksanaan simulasi akan dilaksanakan pada pekan pertama masuk sekolah bulan Juli 2020. Pelaksanaan verifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Di mana kesiapan sekolah dalam melaksanakan kenormalan baru akan dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua setelah masuk tahun ajaran baru.

“Sekolah melaksanakan masa transisi jika sudah ditetapkan dari hasil verifikasi Tim Gugus Tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang,” terangnya.

Kedua berupa Tahap Pelaksanaan, di mana pada tahap ini direncanakan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah sesuai Rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Magelang. Tahapan pelaksanaan terdiri dari Tahap Transisi dan Tahap Kenormalan Baru.

Untuk Tahap Transisi, yaitu bulan Juli hingga 13 September 2020 dengan  program pembelajaran PTM, BDR/BJJ/Daring. Kemudian Tahap Kenormalan Baru SMP, Paket B, dan Paket C, mulai 13 September 2020 dengan program pembelajaran PTM dan BDR/BJJ/Daring.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kata Sri Mulyani, dilaksanakan secara daring dengan menggunakan video yang dibuat sekolah.

“Yang dikenalkan kepada peserta didik mulai dari visi misi sekolah, lingkungan sekolah,sarana prasarana, budaya sekolah. Serta personil sekolah, kegiatan yang dilakukan sekolah, pembelajaran atau kurikulum, prestasi sekolah dan lainnya,” pungkas Sri Mulyani, S.Pd. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?