Daerah

Kajian Imaniah Amaliah untuk Jamaah Maiyah

SURABAYA - Jamaah Maiyah Padhangmbulan sangat heterogen, dan sebagian besar awam dalam ilmu-ilmu keagamaan. Oleh karena itu, yang diperlukan oleh jamaah bukanlah kajian ilmiah tapi kajian imaniah amaliah.

Yang diperlukan bukan pemahaman Alquran secara meluas atau mendalam, tapi cukup memahami makna ayat secara umum. Kemudian melakukan perenungan, penghayatan, dan bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

“Oleh karena itu, pilihan ayat-ayatnya pun disesuaikan dengan kebutuhan untuk pembangunan jiwa dan kehidupan,” kata Ahmad Fuad Efendi dalam Pengantar Mushaf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan.

Ia menyampaikan itu saat perayaan Dies Natalis ke-61 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur yang digelar Kajian Mushaf Tadabbur Maiyah yang menghadirkan Emha Ainun Najib (Cak Nun), Ahmad Fuad Efendi, dan Dr KH Ahmad Musta'in Syafi'i MAg. Kajian ini diselenggarakan secara hybrid dari Masjid Manarul Ilmi ITS dan ditayangkan langsung di Youtube ITS TV.

Kedua narasumber yakni Ahmad Fuad Effendy dan Muhammad Ainun Najib, adalah penulis Mus-haf Al-Qur’an dan Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Sementara itu, narasumber lainnya Dr KH Ahmad Musta’in Syafi’i MAg merupakan pakar tafsir dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Dibuka dengan sambutan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, menyampaikan bahwa acara Dies Natalis sesungguhnya adalah waktu bagi ITS untuk mengevaluasi diri setiap tahun. Isinya tidak hanya conference dan penelitian, tapi juga mengharap dari sisi spiritual.

"Sehingga acara ini bisa menjadi siraman rohani untuk kita semua,” ungkapnya.

Mengutip dari Caknun.com dan pengantar Mushaf Al-Qur’an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, kata tadabbur merupakan pemilihan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah Maiyah. Kajian Alquran di Maiyah Padhangmbulan diarahkan kepada tadabbur, karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Intelektual, 253 Pramuka Ikuti KOMPBI di Unisri

Sementara itu, Prof Ir Muhammad Sigit Darmawan MEngSc PhD, Ketua Dies Natalis ke-61 ITS menyampaikan bahwa kajian yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh sejumlah kecil jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS. Kurang dari 300 orang yang merupakan 5 persen dari kapasitas Masjid Manarul Ilmi yang mencapai 6.500 orang.

Pada acara ini diikuti secara online melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube ITS TV. Bahkan, acara yang ditayangkan secara Live streaming ini lebih dari 3.600 kali ditonton oleh masyarakat.

“Semoga acara ini menjadi gairah bangkitnya kembali kegiatan-kegiatan kajian di Manarul Ilmi, yang sudah satu tahun lebih kami rindukan suasana seperti ini,” ujar Dekan Fakultas Vokasi ITS ini.

Saat penutupan acara ini, moderator acara menyampaikan bahwa pada 19 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga akan digelar kajian kedua bersama Emha Ainun Najib. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?