Nasional

Berprestasi Internasional, Bentuk Mahasiswa Ikut Bela Negara

YOGYAKARTA - Sangat penting melakukan penanaman nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, dan bela negara sedini mungkin kepada generasi muda. Hal itu untuk mencegah terjadinya disintegrasi bangsa karena dampak dari arus globalisasi. Dalam pelaksanaannya, bela negara tidak harus dilakukan dalam wujud perang.

"Mahasiswa bisa melakukan bela negara dengan rajin belajar, tidak menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian, hidup bertoleransi, melestarikan budaya, memakai produk dalam negeri, berprestasi di dunia internasional, serta menjaga nama baik bangsa dan negara," kata Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si, Kadiv Humas Polri.

Ia menyampaikan itu saat UKDW Yogyakarta mengadakan Orientasi Kehidupan Akademika (OKA) tahun ajaran baru 2021/2022, mengangkat tema “Ready for A New Future with Integrity, Creativity, and Compassion”. OKA UKDW kali ini masih diselenggarakan secara daring melalui platform zoom meeting karena kondisi yang belum memungkinkan akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

"Mahasiswa dapat melakukan berbagai hal positif di media sosial, menyuarakan persatuan di tengah kegaduhan negeri, serta mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah,” jelasnya.

Panitia OKA kali ini, mengundang Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. untuk menyampaikan paparan ‘Kesadaran Bela Negara Generasi Muda di Era 4.0’. Menurut dia, kedaulatan bangsa dan negara tidak boleh hanya dimaknai dalam bidang pertahanan keamanan, wilayah, dan politik.

"Namun juga di segenap bidang kehidupan nasional mencakup hubungan internasional, kependudukan, sumber daya dan lingkungan, ideologi, hukum, ekonomi, sosial budaya, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya.

Rektor UKDW, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D. menyampaikan UKDW adalah universitas yang inklusif. Menerima semua anak bangsa yang ingin membangun masa depannya melalui pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Wow...Harga Satu Kursi SMA Capai Rp 60 Juta

OKA UKDW yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru ini, bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kampus dan kehidupan akademik kampus. Serta membentuk karakter mahasiswa baru supaya siap memulai dunia perkuliahan.

“Saat ini perkuliahan di UKDW masih diselenggarakan secara online, namun nantinya kita akan memainkan secara seimbang antara pembelajaran online dan onsite. UKDW juga menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan pembelajaran dilakukan di luar kampus,” bebernya.

Selain dari Polri, hadir juga sebagai narasumber dalam acara penutupan OKA UKDW Abdul Kohar, Direktur Utama Lampung Post dan Anggota Dewan Redaksi Media Group yang menyampaikan materi ‘Mempersiapkan Daya Ungkit Pasca Pandemi’. Abdul Kohar menuturkan Indonesia sudah masuk sebagai Troika G-20, yakni kelompok 20 negara dengan produk domestik bruto melampaui satu triliun dolar.

Hal ini menunjukkan era Indonesia menuju negara maju sudah mulai tampak. Indonesia berada di peringkat lima dalam jumlah usaha rintisan setelah Amerika Serikat, India, United Kingdom, dan Kanada.

Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas tidak ada yang tidak mungkin dicapai.

"Kita semua ini adalah keajaiban besar. Oleh karena itu wujudkan keajaiban besar itu menjadi hal-hal yang hebat dan mendatangkan kebesaran bagi bangsa ini. Kontribusi itu ada terutama di pundak kaum muda,” tuturnya.

Dalam diskusi, Abdul Kohar menjelaskan bahwa pemerintah sudah meresmikan peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Yakni layanan perizinan secara online yang terintegrasi dan terpadu dengan paradigma perizinan berbasis resiko.

“Dengan adanya OSS ini, menjalankan usaha akan jauh lebih mudah. Namun memang ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, terutama dalam usaha food and beverage,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?