Daerah

Haflatul Wada' SMPIT Ihsanul Fikri, Momen Haru Siswa dan Guru

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ihsanul Fikri Islamic Boarding School (IFIBS) Kota Magelang, Jawa Tengah menggelar acara Haflatul Wada' 2021. Acara dimulai pada pukul 08.00-12.00 WIB di Atria Hotel & Conference. Haflatul Wada' 2021 merupakan acara pelepasan bagi santri dan santriwati angkatan ke-8.

Sejumlah 69 santri dan santriwati bersama dengan orang tuanya, para guru beserta karyawan pun turut hadir memeriahkan acara Haflatul Wada'. Bahkan Ketua Dinas Pendidikan Kota Magelang juga menjadi tamu undangan pada Haflatul Wada' IFIBS 2021. Dari pihak sekolah juga hadir Kepala Sekolah dan Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Ihsanul Fikri.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan tasmi hafalan, pembacaan doa, dan tentunya acara inti yaitu prosesi wisuda SMPIT IFIBS angkatan ke-8. Adapula sambutan yang diberikan oleh Direktur dan Kepala Dinas Pendidikan. Selain itu, seorang wali santri juga memberikan sambutannya untuk mewakili wali santri lainnya.

"Acara Haflatul Wada' SMPIT IFIBS angkatan ke-8 tidak hanya dilakukan secara offline, namun juga ditayangkan secara online," jelas Wahyu Akbar Dedi, Media Center IFIBS, Ahad (06/06/2021).

Visi Ihsanul Fikri Islamic Boarding School adalah “Lembaga pendidikan Islam dengan pendidik dan pengasuh yang handal, berpadu dengan fasilitas pendidikan lengkap dan modern yang mampu menyiapkan santri berdaya saing global”.

Demi mewujudkan visi tersebut, IFIBS memiliki 4 misi, yang salah satunya adalah mengembangkan santri Ihsanul Fikri Islamic Boarding School menjadi tunas-tunas pemimpin masa depan Indonesia dengan kualitas aqidah dan akhlak yang lurus. Menghayati wawasan kebangsaan Indonesia, wawasan kejuangan para pahlawan, dan mencintai lingkungan.

Prosesi opening Haflatul Wada' sangat memukau para hadirin. Dengan seragam hijau dan baret merah para santri dan santriwati berjalan dengan langkah tegap dan barisan rapi laksana sebuah pasukan. Tepuk tangan meriah menyambut di seluruh ruangan aula.

Baca Juga :  Supertim dan Kolaborasi Itu Kunci Memajukan Mutu Pendidikan

"Penayangan acara secara online dilakukan secara live di Instagram dan YouTube SMPIT IFIBS. Hal ini dilakukan karena mengingat pandemi yang terjadi dan keharusan pembatasan jumlah peserta. Sehingga, tim panitia Haflatul Wada' 2021 sepakat untuk penayangan secara live di media sosial Ihsanul Fikri," urainya.

Sejumlah 69 santri dan santriwati bersama dengan orang tuanya, para guru hadir memeriahkan acara. | foto : Siedoo

Adapun waktu untuk persiapan acara dilakukan sejak seminggu yang lalu. Santri dan santriwati SMPIT IFIBS juga berlatih baris berbaris bersama tentara Secaba untuk memaksimalkan prosesi Haflatul Wada' 2021. Para guru dan karyawan juga tidak ketinggalan, mereka bersama mempersiapkan segala hal yang diperlukan demi kelancaran acara.

Tak ada kendala besar dalam pelaksanaan, kecuali waktu persiapan yang sangat singkat. Kendala lain adalah minim dan terbatasnya gerak dikarenakan pandemi yang terjadi saat ini. Namun dengan kerjasama dari beberapa pihak, acara dapat berjalan sesuai dengan rencana dan harapan.

"Ketika mereka sudah lulus, mereka tidak lupa untuk selalu mengembangkan apa yang dipelajari di Ihsanul Fikri. Kita mendoakan agar angkatan ke-8 akan menjadi generasi sukses dan menjadi lebih baik lagi," jelas Wahyu.

Lancarnya acara ini tentunya terselenggara berkat persetujuan dan kesepakatan dari berbagai pihak. Baik itu dari pihak sekolah, para santri, wali santri, bahkan Dinas Pendidikan Kota Magelang. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat dengan adanya jarak antar kursi dan masker yang selalu rapat dipakai.

Wali santri sangat merespon baik diadakannya Haflatul Wada' 2021. Selain sebagai tanda berakhirnya masa belajar di SMPIT IFIBS, Haflatul Wada' juga dapat menjadi kenang-kenangan indah bagi santri dan santriwati. Mereka juga sangat berterimakasih pada IFIBS yang telah mendidik putra putrinya dengan baik selama tiga tahun terakhir.

"Harapannya mereka semua sukses, bisa lebih baik lagi ketika mereka semua sudah tidak di sini. Bisa tetap membawa nama baik almamater dan bisa terus menjaga, mempraktekkan dan mengembangkan apa yang mereka dapatkan di pondok ini," tandas Wahyu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?