Inovasi

Covid Melanda, Mahasiswa Buat Aplikasi Kembangkan UMKM dan Pariwisata

Siedoo, Ketiga mahasiswa dari Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur mempersiapkan aplikasi selama tiga bulan lebih untuk mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka membuat gagasan berupa aplikasi berbasis permainan, Bitrado, untuk memulihkan UMKM dan pariwisata daerah yang terdampak pandemi.

Bitrado merupakan kepanjangan dari Bucin Travelling Indonesia. Sesuai namanya, aplikasi berbasis permainan ini menyuguhkan pengalaman berupa sensasi mengelilingi daerah di Indonesia. Bitrado tak hanya bisa dimainkan oleh satu orang, melainkan juga bisa beberapa orang.

Penggagas inovasi ini adalah Raul Ilma Rajasa, Nur Muhammad ‘Ainul Yaqin, dan Fian Awamiry Maulana. Telah dikerjakan selama tiga bulan lebih, beberapa fitur-fitur yang ada kini juga dikembangkan dalam bentuk tiga dimensi, sehingga lebih menarik dan diikutkan pada sebuah kompetisi.

Berkat segala keunikan dan kelebihannya, aplikasi yang kini sedang dikembangkan lagi ini telah berhasil meraih juara 3 dan Favorit dalam Lomba Robot Nasional Baronas 2021 pada kategori umum. Adapun fitur-fitur yang tersedia di dalam aplikasi tersebut ialah Food Shop, Clothes Shop, Mini Online Game, dan Cultural Quiz Task yang dapat dimainkan dengan dua karakter, yakni Rino dan Rika.

Banyaknya fitur yang ada menjadikan aplikasi ini cukup kompleks untuk dimainkan. “Bitrado memanglah kompleks, tapi saya jamin akan menyenangkan untuk dimainkan,” kata Raul Ilma Rajasa.

Tim bernama Kesehatanmu Rek, yang diketuai oleh Raul Ilma ini menggagas aplikasi yang memiliki segudang fitur di dalamnya. “Kami menyediakan fitur yang bisa digunakan untuk bermain bersama teman,” tutur mahasiswa asal Solo ini.

Ada juga fitur Food Shop adalah salah satu fitur di mana karakter Rino atau Rika bisa menghampiri UMKM daerah di Indonesia untuk memperoleh makanan. Nantinya, karakter bisa menambah energi dengan memakan hidangan dari UMKM yang ada.

Baca Juga :  Percepat Evakuasi, Mahasiswa Mendesain Alat Keselamatan Kapal Pesiar

UMKM daerah pada fitur ini merupakan UMKM yang benar adanya di kehidupan nyata. Informasi terkait UMKM juga ditunjukkan sebagai ajang promosi.

“Rawon setan, salah satu contoh makanan UMKM di daerah Surabaya,” imbuhnya mencontohkan.

Lain dari itu, ada fitur Clothes Shop di mana Rino atau Rika bisa memperoleh pakaian tradisional dari daerah yang dikunjungi karakter dalam gim. Uniknya, fitur Clothes Shop menyediakan informasi kontak UMKM penyedia pakaian agar bisa dihubungi.

Hal ini ditujukan agar pengguna bisa mengontak langsung pemilik UMKM untuk melakukan pemesanan apabila tertarik dengan pakaian yang ditampilkan. Fitur Mini Online Game merupakan salah satu fitur yang tak kalah seru.

Fitur ini memperkenalkan permainan-permainan tradisional yang bisa dimainkan bersama teman. Di antaranya ialah petak umpet, gobak sodor, dan kelereng secara daring.

Sedangkan fitur Cultural Quiz Task mengajak pengguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dibungkus dalam permainan kuis kedaerahan. Menu ini berisikan nilai kearifan lokal dengan tampilan simulasi konsep multiple choice.

“Pengguna akan diberi tugas untuk menjawab pengetahuan kebudayaan mengenai kota atau daerah yang sedang dikunjunginya,” cetus mahasiswa kelahiran 2002 itu.

Mewakili tim yang beranggotakan mahasiswa dari angkatan 2020 tersebut, Raul berharap aplikasi ini dapat dengan segera dipublikasikan dan berimplikasi secara nyata pada UMKM serta pariwisata daerah yang sedang merosot.

“Saya berharap aplikasi ini bisa menjadi turning point dan memberi pengalaman baru bagi pemilik UMKM untuk mempromosikan usahanya,” tandasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?