Daerah

Supply Chain, Bidang Studi Baru dari ITS

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur membuka bidang studi baru. Program Magister Manajemen Teknologi (MMT) dengan bidang keahlian Supply Chain Management bertujuan untuk mengisi kekurangan tenaga profesional pada bidang logistik dan supply chain.

Perubahan teknologi yang terjadi dewasa ini juga merambah pada model bisnis dan konfigurasi pihak-pihak yang terlibat. Hal-hal seperti transaksi digital, penggunaan robot cerdas, aplikasi cloud, printer tiga dimensi, dan berbagai perangkat yang berbasis kecerdasan, tentu menyebabkan berubahnya keahlian manusia yang dibutuhkan.

"Adanya bidang studi baru terkait supply chain di ITS ini sangat relevan dalam menjawab tantangan logistik di Indonesia," kata Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Kondisi geografis Indonesia dinilai kerap kali menjadi masalah dalam disparitas harga. Oleh karena itu, perbaikan dalam hal logistik sangat diperlukan.

"Dengan adanya bidang keahlian baru ini, harapannya bisa membantu negara Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan logisitik,” jelasnya.

Pembukaan bidang baru ini dibarengi dengan workshop Emerging Technologies in Supply Chain and Their Socio-economics Impacts yang mendatangkan pembicara dari tiga professor dari RMIT University Australia, dan satu professor dari Nottingham University, UK beserta para akademisi, ahli manufaktur, dan ahli logistik. Harapannya workshop ini menjadi ajang diskusi untuk menghasilkan kurikulum supply chain yang baik.

Menurut Joni, pemahaman logistik dan supply chain juga akan sangat membantu dalam mengantisipasi disruptif teknologi yang mampu mengubah wajah ekonomi, sosial dan finansial di Indonesia.

“Harapannya kurikulum yang disusun untuk bidang studi ini bisa lebih adaptif dalam perkembangan jaman sekarang,” kata rektor.

Pembukaan bidang keahlian ini juga tidak lepas atas respon kebutuhan dunia bisnis yang semakin tinggi. Kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan tuntutan kerja saat ini dan masa mendatang.

Kepala Departemen Manajemen Teknologi ITS Prof Ir I Nyoman Pujawan PhD menjelaskan, skill sets baru sangat dibutuhkan di dunia kerja. Bidang keahlian supply chain ITS ini akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dalam pengelolaan aliran barang dan aliran informasi.

“Model konvensional dengan perkembangan teknologi saat ini sudah tidak relevan lagi,” tegas dosen Departemen Teknik Industri tersebut.

Nyoman mengaku pembukaan bidang studi ini termasuk terlambat di ITS, karena sebelumnya ITS sudah memiliki enam orang dosen yang ahli dalam supply chain. Untuk mengimbangi keterlambatan tersebut, saat ini tengah diusahakan agar bidang studi ini bisa berkembang pesat.

“Saat ini sedang diupayakan kerjasama program double degreee Chongqing University China, student exchange dan permintaan tenaga pengajar dari kampus luar negeri,” ungkapnya.

Apa Tanggapan Anda ?