Daerah

Jadikan Pembeda Lulusan UNIMMA

MAGELANG - Saat ini sudah waktunya Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bukan hanya sekadar menjadi ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Tetapi lebih dari itu, AIK harus bisa menjadi asas dan jiwa pendidikan Muhammadiyah.

“Dalam konteks inilah pentingnya rumusan sistem pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan AIK sebagai jiwa atau ruh pendidikan Muhammadiyah,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Jawa Tengah, Dr. Suliswiyadi M.Ag.

Ia menyampaikan itu saat workshop AIK dengan tema “AIK Sebagai Ruh Kehidupan Kampus”. Lebih lanjut, Rektor menambahkan jika diperlukan gagasan Reformulasi Gerakan AIK-isasi UNIMMA.

“Di kampus UNIMMA sendiri misalnya, bisa dengan mendesain AIK secara kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler serta setting Hidden Curriculum menuju standar kampus Islami,” tambahnya.

Untuk diketahui, Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki oleh seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengadakan workshop AIK dengan tema itu selama dua hari.

Workshop yang dilakukan melalui ruang temu virtual tersebut dihadiri oleh Rektor dan jajarannya, Badan Pembina Harian (BPH), Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Dosen pengampu mata kuliah AIK.

Sementara itu, Drs. H. Sugiyono, M.Si, Ketua BPH UNIMMA mengapresiasi kegiatan workshop karena hal tersebut merupakan bentuk keseriusan pimpinan untuk mendukung mata kuliah AIK.

“Urgensi pengembangan kurikulum AIK diharapkan dengan mata kuliah tersebut, lulusan UNIMMA mempunyai pembeda dari lulusan perguruan tinggi lain. Bedanya ada di watak, perilaku, kepribadian dan jiwa semangatnya yang berlandaskan Islam dan Muhammadiyah,” ujar Sugiyono.

Acara dilanjutkan dengan diskusi terkait desain kurikulum AIK yang akan dipakai mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?