JEMBATAN. Rancangan jembatan rangka Elang Baja Untidar. (sumber: untidar)
Kegiatan

Elang Baja Untidar Sabet Dua Gelar Juara Sekaligus

MAGELANG -  Elang Baja Untidar (Eljatar) berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus dalam kompetisi yang berbeda. Kompetisi tersebut adalah National Bridge Competition Civil Creative and Action 4th 2020 Universitas Gadjah Mada (NBC Creation 4th 2020 UGM) dan Bridge Modelling Competition Civil Week 2020 Universitas Sebelas Maret (BMC Civil Week 2020 UNS).

Kedua kompetisi tersbut dilaksanakan secara daring karena sedang dalam pandemi Covid-19. Eljatar merupakan kelompok ilmiah yang berasal dari jurusan Teknik Sipil Universitas Tidar (Untidar).

Dalam kompetisi NBC Creation 4th UGM, Eljatar mengirim dua tim untuk mengikuti ajang tersebut. Tim pertama adalah Tim Ekawira SAS beranggotakan Sandi Prabowo (Ketua), Adi Setiawan, dan Sabila. Tim kedua adalah tim Eljatar SBB beranggotakan Dwi Filiyanto (Ketua), Dwi Nur Hamida, dan Nurrokhmah Fatmawati. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 23 September 2020 sampai 29 November 2020.

Kemudian pada kompetisi kedua yaitu BMC Civil Week 2020 UNS, kelompok ilmiah Eljatar mengirim satu tim untuk mengikuti ajang tersebut. Tim tersebut adalah tim Eljatar IDZ beranggotakan Ilham Pangestu (Ketua), Dody Rizky M, dan Ika H. Zahra. Kompetisi ini juga berlangsung pada bulan November 2020. Ketiga tim yang mewakili Eljatar semua dibimbing dosen Achmad Rafi’ud Darajad S.Pd., M. Eng.

Achmad Rafi'ud berharap mahasiswa-mahasiswa Untidar terutama mahasiswa teknik sipil Untidar dapat terus berkomitmen dalam mendalami bidang teknik sipil sehingga terbentuk para Engineer yang handal dalam bidangnya. Keikutsertaan dalam ajang perlombaan ketekniksipilan dapat mengasah kemampuan para mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang terlah diterima dibangku kuliah.

"Saya sangat bangga tim kami menyabet juara 1 dan juara 3 dalam dua ajang yang berbeda. Walaupun ditengah pandemi Covid-19 kami tetap berusaha yang terbaik untuk mengharumkan nama jurusan Teknik Sipil serta mengharumkan nama Universitas Tidar,” kata Achmad.

Kedua kompetisi ini merupakan kompetisi jembatan dimana setiap peserta diminta untuk merencanakan sebuah jembatan rangka. Output dari kompetisi ini adalah melatih mahasiswa dalam merencanakan jembatan rangka untuk menciptakan Engineer handal dalam bidangnya. Harapannya perencanaan jembatan rangka dapat diterapkan dilapangan sehingga dapat memperlancar arus transportasi publik.

Tim Ekawira berhasi menyabet juara 1 dalam ajang NBC Creation 4th UGM. Tim Ekawira SAS merencanakan jembatan rangka baja yang diberi nama Jembatan Ranca Kusuma. Ranca memiliki arti bagus dan dinamis, sedangkan Kusuma memiliki arti Bunga.

Dari nama tersebut jembatan Ranca Kusuma menitikberatkan dalam konsep keindahan dengan mengusung budaya Indonesia, serta menitikberatkan dalam kekokohan struktur yang memiliki keekonomisan yang tinggi.

Konsep arsitektur jembatan Ranca Kusuma terinspirasi dari batik Indonesia. Motif batik yang menjadi konsep arsitektur jembatan ini ialah batik Parang. Motif Parang merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia.

Keseluruhan motif Parang terdiri atas jalinan geometri huruf ‘S’ yang terikat tanpa putus. Jalinan ini membentuk suatu makna kesinambungan dan semangat yang tidak pernah menyerah.

Dalam hal inovasi jembatan, jembatan Ranca Kusuma memiliki batang ganda dengan profil IWF dalam struktur jembatan. Penggunaan batang ganda profil IWF merupakan inovasi baru dalam konstruksi jembatan rangka jembatan.

Pemasangan batang ganda profil IWF menggunakan rangkain plat kopel yang disusun sedemikan rupa sehingga batang ganda profil IWF dapat diterapkan. Penggunakan batang ganda profil IWF juga untuk menghindari penggunaan batang profil IWF yang lebih besar karena adanya gaya batang yang besar.

“Harapan kami jembatan Ranca Kusuma dapat diterapkan dilapangan untuk menunjang pembangunan nasional serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” jelas Sandi Prabowo.

Sedangkan tim Eljatar IDZ menyabet juara 3 dalam BMC Civil Week 2020 UNS. Tim Eljatar IDZ merencanakan jembatan rangka yang diberi nama Board Bridge. Jembatan ini mengusung konsep budaya jawa yaitu Candi Borobudur. Konsep ini diterapkan dalam membuat struktur rangka jembatan.

Konsep tersebut diusung untuk memperoleh desain yang futuristik sehingga jika diterapkan dapat menjadi ciri khas di suatu daerah. Hal tersebut sesuai dengan tema perlombaan yaitu “Futuristic and Innovative Design Of Bridge Modelling”.

“Kami menerapkan konsep budaya dalam pembentukan struktur untuk memperoleh desain yang futuristik. Konsep yang kami usung adalah candi Borobudur yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia,” jelas Ilham Pengestu (Ketua) tim Eljatar IDZ. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?