MESIN. PIRAuto sebuah Mesin Pemipil dan Perajang Jagung Otomatis dengan Metode Mechanics Centrifugal Pressure. (foto: ist)
Daerah Inovasi

Mahasiswa Untidar Hadirkan PIRAuto, Permudah Petani Jagung Pascapanen

MAGELANG - Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah membantu petani dalam penanganan pascapanen jagung. Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T) memunculkan PIRAuto sebuah Mesin Pemipil dan Perajang Jagung Otomatis dengan Metode Mechanics Centrifugal Pressure.

“Jika manual, 1,5 ton jagung perlu waktu 10 hari. Sedangkan dengan PIRAuto 1,5 ton mampu diselesaikan dalam 2,5 hari. Mesin ini mampu membantu petani menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam penanganan pascapanen jagung,” kata Wahyu Fitri, Ketua Tim PKM-T PIRAuto.

Bersama Sri Widiastuti, M. Alfan Setiawan, Hamid Afandi, Alvian Dwi Erlansyah, Alfiyah Ibni Aqil, dan bimbingan dari Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Wahyu menciptakan sebuah ide mesin tepat guna dalam bidang pertanian yang bertujuan mempermudah para petani dalam proses penanganan setelah panen.

“Keunggulan produk ini sederhana, efektif, efisien, ekonomis, ramah lingkungan, serta mudah dipindahkan sehingga cocok digunakan kelas rumahan,” ujar Wahyu.

Hal itu disampaikannya pada Sosialisasi Hasil PKM-T 2020 kepada Mitra melalui Zoom Meeting, Senin (21/09/2020) yang diikuti Gabungan Kelompok Tani Dadi Mulyo Desa Pucanganom dan dihadiri oleh Xander Salahudin, S.T., M.Eng selaku pembimbing.

“PIRAuto merupakan terobosan dari temen-temen mahasiswa Untidar yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan petani jagung. Saya berharap kedepannya PIRAuto ini dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat untuk Kelompok Tani Dadi Mulyo Desa Pucanganom sehingga silahturahmi kita tetap terjalin,” kata Xander Salahudin, S.T., M.Eng. pada Sosialisasi Hasil PKM-T 2020.

Hamid Afandi selaku anggota tim menyampaikan bahwa PIRAuto dapat melakukan tiga fungsi sekaligus, yaitu memipil biji jagung, membersihkan pipilan biji jagung, serta merajang tongkol jagung. Sebab itu, proses penanganan pascapanen jagung akan lebih efektif dan efisien dengan mesin ini.

“Mekanisme kerja mesin ini cukup sederhana, yaitu menggunakan energi listrik minimal 450 watt. Mesin ini memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan putaran motor menjadi gaya dorong yang akan mendorong jagung menuju pisau pemipil. Tongkol jagung yang habis terpipil akan terdorong menuju pisau perajang sehingga akan terpotong kecil-kecil dan siap digunakan sebagai pakan ternak. Sedangkan pipilan biji jagung akan dibersihkan dari kotoran terlebih dahulu sebelum dikeluarkan,” terang Hamid.

PIRAuto telah disosialisasikan pada 21 September 2020 kepada Kelompok Tani Dadi Mulyo, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul melalui daring. Sosialisasi tersebut mendapatkan sambutan positif dari Kelompok Tani Dadi Mulyo dan besar kemungkinan mesin ini bisa diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat yang ada di sana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa sudah mengajak kami bekerja sama dalam program ini. Semoga dalam kerjasama ini menghasilkan manfaat untuk kita semua, serta semoga mesin ini mampu kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sujari selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani Dadi Mulyo Desa Pucanganom.

Besar harapan bahwa PIRAuto dapat membantu memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan petani jagung yang ada di Indonesia. Wahyu Fitri dan teman satu timnya mengimplementasikan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat dengan membuat inovasi mesin pengolahan jagung. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?