Daerah Kegiatan

Mahasiswa Mercu Buana Inisiasi Gerakan Sekolah Tolak Plastik untuk Bumi

JAKARTA – Pandemi Covid-19 ini tidak mengurangi semangat mahasiswi Public Relations Universitas Mercu Buana, khususnya dalam menyelenggarakan Kegiatan Tugas Akhir Peduli Negeri (TAPN). Kegiatan TAPN dengan tema “Gerakan Sekolah Menolak Plastik untuk Bumi” diselenggarakan oleh Maynatanproject kali ini dikemas secara berbeda. Acara digelar secara online melalui aplikasi Zoom pada tanggal 2-4 Desember 2020.

Gerakan ini bekerjasama dengan SD Negeri Meruya Selatan 06 Pagi Jakarta Barat, mengajak siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6. Dengan tujuan agar dapat memahami pentingnya menyadari bahaya sampah plastik, pengelompokan, serta mengenal proses pengelolaan sampah plastik. Kemudian juga mengajak siswa-siswi untuk turut dalam mengurangi sampah plastik.

Salah satu penyelenggara, Intan Anova menyampaikan terkait rangkaian acara yang digelar selama 3 hari. Kegiatan di hari pertama Rabu (2/12/2020), berupa pemaparan materi oleh Putri Mayang dan Nanda Restiana.

“Materinya terkait bahaya sampah plastik bagi lingkungan, jenis-jenis sampah plastik serta prinsip pengelolaan dari 4R,” katanya.

Kemudian Kamis (3/12/2020), narasumber  wakil founder Niwaco Collection, Aditiya Ramadhan berbagi pengalaman dalam membangun toko yang menjual prakarya dari bungkus bekas minuman. Kemudian di lanjutkan dengan bersama-sama membuat sebuah prakarya berupa tatakan atau wadah gelas.

Selanjutnya, pada Jumat (4/12/2020), pengumuman para pemenang prakarya sekaligus pemberian plakat secara simbolis kepada SD Negeri Meruya Selatan 06 Pagi yang diwakili oleh salah satu guru Siti Nurhayati, S.Pd.

Siti Nurhayati menjelaskan, di SD Negeri Meruya Selatan 06 Pagi telah menyediakan beberapa jenis tempat sampah di depan ruang kelas masing-masing.

“Namun, pemahaman siswa-siswi mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik serta bahaya dari sampah plastik, dirasa masih kurang,” jelasnya.

Kepala  SD Negeri Meruya Selatan 06 Pagi, Muinah S.Pd mengatakan pentingnya memberikan edukasi tentang sampah kepada siswa-siswi sedini mungkin.

“Tentunya kami pihak sekolah berharap, kegiatan ini nantinya dapat bermanfaat bagi siswa-siswi dan dapat diimplementasikan di sekolah dan di rumah. Sehingga mereka turut serta dalam mengurangi penggunaan plastik,” harapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?