Daerah Kegiatan

Gairahkan Ekonomi di Tengah Pandemi, UNIMMA Dorong Kopi Temanggung Jadi Produk Unggulan

TEMANGGUNG - Kopi merupakan salah satu produk unggulan Temanggung, dan telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai tahun 2011 melalui Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP). Namun demikian, potensi ini belum dioptimalkan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) kopi olahan di Temanggung.

Melihat permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), berinisiatif untuk mengembangkan produksi kopi bubuk menjadi produk unggulan. Kegiatan yang diketuai Dr. Muji Setiyo, M.T. ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti melalui skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD). Juga menggunakan difusi ipteks di bidang teknologi pengolahan, perbaikan manajemen produksi, pengembangan produk, pengurusan hak merek, dan pemasaran.

Dari program ini terdapat 2 (dua) UKM produsen kopi bubuk Robusta di Kabupaten Temanggung yang diberdayakan, yaitu UKM Kopi Manungal dan UKM Kopi Gesing. Progress saat ini di UKM Kopi Manungal produksinya sudah menggunakan mesin roaster dari sebelumnya dengan sistem roasting manual, yang kini mengalami kerusakan.

“Yang kedua UKM Kopi Gesing telah melakukan koordinasi dengan petani dan pemerintah desa. Yaitu untuk penyeragaman kualitas petik dan penanganan pasca panen untuk stok dan pemberian mesin roaster,” ujar Dr. Muji, Sabtu (19/9/2020).

Pelatihan “Pembuatan Konten YouTube” oleh Tim PPPUD UNIMMA di Kabupaten Temanggung untuk pemasaran kopi. (foto: Tim PPPUD UNIMMA)

Di tahun ke-3 PPPUD ini, bertepatan dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan pelaksanaan kegiatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan dengan software, program ini lebih menekankan pada pelatihan digital marketing. Seperti yang dilakukan pada Jumat (18/9/2020) oleh Tim PPPUD UNIMMA. Yaitu dengan mengadakan pelatihan “Pembuatan Konten YouTube”  untuk pemasaran dengan pendekatan budaya di UKM Kopi Gesing.

“Pemasaran melalui media digital dan kemampuan membuat konten untuk iklan saat ini sangat penting apalagi untuk UKM. Karena melalui marketplace pasarnya menjadi lebih luas,” kata salah satu anggota Tim PPPUD, Chrisna Bagus.

Salah satu mitra dari UKM Kopi Manunggal, Ida Mulyani menuturkan bahwa Tim PPPUD UNIMMA sangat membantu dalam peningkatan produksi kopi. Dulu UKM Manunggal hanya bisa memproduksi maksimal 100 kg kopi.

“Sekarang menjadi 150 kg kopi per bulan, sehingga omset kami pun meningkat sampai 50 persen,” tutur Ida.

Chrisna menambahkan Tim pelaksana PPPUD UNIMMA sangat berharap program ini dapat berlanjut melalui skema pendanaan yang berbeda.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian Kabupaten Temanggung,” imbuh Chrisna. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?