Kegiatan Teknologi

Google Umumkan 219 Lulusan Kelas Pertama Bangkit

JAKARTA - Sembilan bulan lalu, dari hampir 2.500 pendaftar, 300 orang yang memenuhi syarat dan bermotivasi tinggi terpilih dan diundang untuk mengikuti Bangkit. Hari ini, Rabu (9/9/2020) sebanyak 219 peserta dengan berbagai latar belakang berhasil lulus dari program prestisius yang diselenggarakan Google. Melalui kerjasama dengan Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Dalam waktu kurang dari satu bulan sejak menyelesaikan program, 41 di antaranya telah mendapatkan pekerjaan baru atau kesempatan magang.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengatakan selama bertahun-tahun, pihaknya mendengar cerita dari para partner tentang sulitnya mencari dan merekrut SDM teknis yang bermutu. Termasuk mereka yang memiliki kemampuan machine learning dan keterampilan non-teknis.

Google mengadakan Bangkit dengan fokus untuk mengasah keterampilan orang-orang Indonesia yang hebat dari semua kalangan. Serta membantu mereka bergabung dengan perusahaan teknologi kelas dunia.

“Kami bekerja intensif dengan Gojek, Tokopedia, dan Traveloka serta pemerintah dan universitas untuk menyusun kurikulum Bangkit. Serta menyelenggarakan program tersebut secara keseluruhan,” ujarnya dalam acara Wisuda Bangkit secara virtual oleh Google tersebut.

Senior Program Manager Education Google, William Florence mengungkapkan, sebelumnya Google memang pernah melatih ribuan developer di Indonesia. Tetapi program kali ini adalah upaya pertama untuk menghasilkan lulusan berkualitas tinggi bagi perusahaan teknologi kelas dunia.

“Lebih dari 50% lulusan berasal dari kota kecil dan pedesaan, sedangkan yang memiliki latar belakang di bidang TI atau ilmu komputer tidak sampai setengahnya. Sementara itu, 26% lulusan adalah perempuan,” ujar William.

Menurutnya, kurikulum berfokus pada machine learning. Tetapi peserta juga harus mendorong diri keluar dari zona nyaman dan belajar keterampilan baru.

“Seperti kepemimpinan adaptif, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi,” tambahnya.

Selama enam bulan, di bawah pengawasan para ahli dari perusahaan partner Bangkit, lulusan diharuskan untuk aktif berpartisipasi. Yaitu dalam hampir 160 jam lokakarya interaktif, kemudian  menyelesaikan dan menerima masukan mengenai 36 tugas yang mereka kerjakan, dan merampungkan proyek akhir secara kolaboratif.

VP of Data Traveloka, Doan Lingga mengatakan kelulusan pertama program Bangkit ini diharapkan menjadi titik awal kemajuan pengembangan machine learning. Yang dapat memberikan inovasi dan dampak positif bukan hanya untuk tanah air, tetapi juga dunia.

“Sebagai perusahaan teknologi dari Indonesia, Traveloka bangga dapat menjadi bagian dari program Bangkit dan turut membantu melahirkan talenta-talenta Indonesia. Yang memiliki peran penting dalam kemajuan perkembangan industri teknologi,” ujarnya.

Head of Research Scientists Tokopedia, Irvan Bastian Arief menuturkan kolaborasi strategis Tokopedia dalam program Bangkit sejalan dengan misi Tokopedia. Yaitu untuk mendukung perkembangan talenta digital Indonesia sekaligus memajukan ekosistem industri teknologi di tanah air.

Menurut Irvan, kurikulum berbasis artificial intelligence, machine learning, dan data membekali lulusan Bangkit dengan keahlian yang dibutuhkan di era kini. Demi kemajuan bangsa Indonesia ke tingkat berikutnya.

“Ini merupakan upaya berkelanjutan Tokopedia untuk memberikan akses bagi setiap orang untuk belajar berkontribusi bagi Indonesia lewat teknologi, bersama-sama mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan industri 4.0.  Serta mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia," kata Irvan Bastian Arief.

Sedangkan VP of Data Science Gojek Syafri Bahar menerangkan Bangkit menerapkan pendekatan unik yang menggabungkan wawasan industri, pengetahuan teknis, dan soft skill. Yang membantu peserta memecahkan tantangan nyata dengan skalabilitas yang luas.

Gojek bangga menjadi bagian dari program dengan kurikulum yang inklusif dan komprehensif ini, serta dapat berkontribusi kembali kepada ekosistem yang membinanya. Dengan adanya percepatan pertumbuhan dan perkembangan talenta berkaliber tinggi di Indonesia.

"Kami berharap Bangkit dapat membantu mengatasi kesenjangan talenta digital di Indonesia. Yang selaras dengan misi Gojek untuk mendukung perluasan layanan digital di seluruh negeri," terangnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?