PROGRAM. Peluncuran program Kewirausahaan Mahasiswa Vokasi Tahun 2020 (foto: kemendikbud.go.id)
Nasional

Program Kewirausahaan, Mahasiswa Berpeluang Dapat Modal Rp 40 Juta

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan program Kewirausahaan Mahasiswa Vokasi Tahun 2020. Lewat program tersebut, kelompok mahasiswa yang telah mengajukan proposal dan terpilih akan mendapatkan dana bantuan berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta per kelompok.

Melalui pemberian modal ini, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa vokasi yang melaksanakan kegiatan wirausaha dan tersedianya profil usaha dari mahasiswa vokasi yang menyediakan produk-produk yang siap dipasarkan. Program ini merupakan bagian dari Kampus Merdeka dalam pengembangan wirausaha baru.

“Melalui Kampus Merdeka, Kemendikbud mendorong mahasiswa untuk menjadi bangsa yang mandiri dengan memberikan peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan masa studinya,” kata Benny.

Sasaran dari program ini adalah mahasiswa Politeknik Negeri atau Perguruan Tinggi Negeri Penyelenggara Pendidikan Vokasi yang masih aktif. Mereka telah terdaftar pada program pendidikan vokasi dan tercantum pada pangkalan data pendidikan tinggi. Jumlah mahasiswa yang difasilitasi adalah 900 mahasiswa atau 180 kelompok. Kelompok tersebut, diharapkan sudah memiliki bekal kegiatan wirausaha yang sudah dirintis sebelumnya.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan pada September hingga November 2020, sehingga pada Desember, Kemendikbud telah menerima daftar mahasiswa atau kelompok yang akan mendapatkan bantuan wirausaha.

Selain menumbuhkan karakter wirausaha mahasiswa vokasi, program ini kata Benny, menumbuhkembangkan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif dengan basis teknologi.

“Membantu mahasiswa dalam menentukan keunikan bisnis berbasis teknologi dengan menemukan celah pasar yang tepat  untuk meningkatkan peluang keberhasilan bisnis,” ujarnya.

Pada Senin 17 Agustus lalu, pihaknya juga menyerahkan bantuan masker kepada Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok. Hal ini sebagai wujud Gerakan Satu Juta Masker Merah Putih dari Vokasi untuk Indonesia. Gerakan tersebut sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Secara umum masker ini merupakan bagian dari bentuk pencegahan agar kita tidak tertular atau agar masyarakat tidak tertular selain dari cuci tangan dan juga menjaga jarak sehingga protokol protokol ini kita harapkan bisa menjadi sebuah simbolis yang benar-benar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Beny.

Bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan, gerakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus penularan covid-19.

“Kita ingin menjalankan satu program yang sifatnya membangun kebersamaan dan membangun Indonesia,” ujar Beny.

Masker ini akan dibagikan secara bertahap ke seluruh Politeknik di Indonesia. “Tidak hari ini kita bagikan secara keseluruhan tapi secara bertahap. Kita akan kirimkan ke Politeknik agar nanti digunakan oleh civitas akademik dan juga apabila masih memungkinkan dibagikan ke masyarakat sekitar,” ucap Beny. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?