KEMENDIKBUD. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam. (foto: kagama.co)
Nasional

Pandemi Covid, 1.000 Inovasi Muncul di Perguruan Tinggi

JAKARTA - Pandemi covid-19 merupakan tantangan luar biasa. Satu sisi merupakan bencana yang melanda, namun sisi lain justru produktifitas dan kreativitas perguruan tinggi meningkat.

“1.000 inovasi yang muncul merupakan suatu hal yang tak terbayangkan pada kondisi normal. Hanya dalam dua bulan ventilator untuk dapat diproduksi dan digunakan langsung," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam.

Disampaikan semangat pada momentum ini perlu dijaga, dan perguruan tinggi menjadi kunci penggerak ekonomi. “Semangat ini momentumnya perlu kita jaga untuk membantu pemulihan ekonomi ke depan. Butuh upaya kita bersama untuk menggerakkan ekonomi. Perguruan Tinggi sebagai pencetak Sumber Daya Manusia yang unggul dan pengembangan teknologi tentu menjadi kunci penting untuk kembali mengembangkan ekonomi,” jelas Nizam.

Nizam mencontohkan pengalaman Italia ketika sedang krisis ekonomi. Upaya pengembangan kewirausahaan sangat didorong oleh pemerintah. Terkhusus di perguruan tinggi dan Kementerian.

“Di Italia pernah terjadi krisis ekonomi yang dalam, disana upaya kewirausahaan sangat didorong oleh pemerintah. Hampir setiap Perguruan Tinggi semua program mulai dari kelas, pusat inkubasi, dan Kementerian melakukan hal yang sama dengan berfokus pada membangun suatu web ekosistem kewirausahaan yang baik,” papar Nizam.

Nizam menjelaskan saat ini sedang dibuat platform inovasi perguruan tinggi dan dunia usaha atau industri yang disebut Kedai Reka (Kedaulatan Inovasi untuk Reka Cipta). Dalam hal ini, start up baru dari perguruan tinggi tentu sangat membutuhkan kehadiran upaya masyarakat, terutama dunia industri untuk saling memperkuat.

Menurut Nizam, terdapat beberapa elemen yang ideal untuk dikembangkan. Diantaranya perguruan tinggi sebagai R & D Center, menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi setiap mahasiswa sejak pertama kali memasuki dunia kampus, melakukan penguatan kompetensi baik melalui training, coaching, maupun lecturing, serta memimpin pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak pada negeri dan bersinergi dengan Kementerian serta dunia usaha industri.

“Ini beberapa pekerjaan rumah kita bersama, elemen-elemennya sudah banyak muncul. Tinggal bagaimana kita menjahitnya menjadi kekuatan yang dahsyat untuk memulihkan ekonomi dan membangun kebangkitan ekonomi dan kedaulatan teknologi inovasi di dalam negeri. Mudah-mudahan spirit kewirausahaan bisa membesar dan menguatkan ekonomi secara nasional,” pungkas Nizam. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?