Daerah Kegiatan

Buktikan Kecintaan Terhadap Alquran, Siswa SMAN 1 Cikarang Selatan Gelar ODOJ Virtual

BANDUNG - Masa pandemi tidak menghalangi niat siswa Jawa Barat (Jabar) untuk beramal baik. Hal tersebut ditunjukkan siswa SMA Negeri 1 Cikarang Selatan yang tergabung dalam Komunitas One Week One Juz (OWOJ). Rindu karena tak bisa menjalankan program One Day One Juz (ODOJ) yang biasa dilakukan di sekolah. Komunitas tersebut berinovasi membuat ODOJ virtual yang digelar pada Rabu (30/7/2020).

Dilansir dari disdik.jabarprov.go.id (30/7/2020), saat itu para siswa membacakan Alquran Juz 15. Selain itu, ada juga ceramah tentang "Menjalani Iduladha di Tengah Pandemi" yang disampaikan oleh Pembina Komunitas OWOJ sekaligus Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Cikarang Selatan, Mahmudah.

Ketua Pelaksana ODOJ Virtual sekaligus Ketua Komunitas OWOJ SMAN 1 Cikarang Selatan, Muhammad Al Farizi mengatakan, inisiatif pelaksanaan ODOJ virtual ini bermula dari kerinduan anggota menggelar ODOJ di sekolah. Sebab, kali terakhir kegiatan ini dilaksanakan pada Februari silam, tepatnya sebelum masa pandemi.

"Ada teman-teman yang bilang kangen. Jadi, saya saya langsung terpikir, kenapa enggak bikin ODOJ virtual? Kebetulan, ada kakak kelas (sekarang alumni) yang memiliki akun Zoom Premium," tuturnya.

Siswa kelas XII ini pun mengungkapkan, dirinya langsung bergerak cepat mempersiapkan semuanya, sekaligus meminta izin kepada pihak sekolah. Setelah melakukan komunikasi, pihak sekolah pun sangat mendukung kegiatan tersebut.

"Ternyata, sekolah sangat senang. Mereka setuju kita mengadakan kegiatan ini selama tidak mengganggu jam pelajaran siswa yang sedang belajar dari rumah," ungkapnya.

Secara teknis, menurutnya, seluruh panitia yang didampingi oleh guru menyiapkan kegiatan dari masjid sekolah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sedangkan seluruh siswa mengikuti kegiatan melalui virtual pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Farizi menilai, meski persiapan hanya dilakukan selama satu minggu, namun kegiatan berjalan lancar. Bahkan, Farizi dan kawan-kawan tidak menyangka bakal banyak siswa yang bergabung dalam ODOJ virtual ini.

"Termasuk panitia, kurang lebih ada 180 peserta. Semua panitia juga kaget dan enggak berekspektasi ternyata (pesertanya) bisa sebanyak ini," ucapnya.

Ke depan, Farizi dan komunitasnya akan konsisten menggelar ODOJ virtual. Namun, dikatakan pihaknya belum punya akun premium sendiri.

“Tapi, kita tetap usahakan bisa melaksanakannya kembali," tuturnya.

Bagi Farizi, membaca Alquran penting bagi seorang muslim. Dengan membaca Alquran, Fairizi bisa mengetahui perubahan yang ada pada dirinya. Selain itu, ia merasa lebih tenang dan pikiran juga lebih terbuka.

"Terlebih ketika kita membaca artinya, berdampak banget bagi seorang muslim," ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Komunitas OWOJ, Mahmudah mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi semangat anak-anak yang luar biasa melaksanakan ODOJ virtual ini. Bahkan, pihak sekolah pun sangat mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Mahmudah, membaca Alquran sangat penting bagi siswa muslim. Selain mampu menenangkan hati, kelak juga akan ditemani oleh Alquran ketika sudah wafat. Ia menambahkan, lahirnya komunitas ODOJ di sekolah berawal dari kecintaan siswa terhadap Alquran.

"Ketika melaksanakan salat Duha, di sana banyak masukan dari anak-anak yang ingin baca Alquran bareng. Akhirnya, di situlah saya mendirikan OWOJ. Namun sifatnya tidak memaksa, melainkan sukarela. Kegiatan ini diisi oleh anak-anak baik dan ingin menjadi lebih baik," tuturnya.

Salah seorang siswa yang mengikuti ODOJ virtual, Muhammad Farrel Ramsyah Kurnia menilai, kegiatan tersebut sangat bagus, terlebih digelar secara virtual.

"Ini salah satu kegiatan di masa new normal, dimana pemanfaatan metode daring bisa dijadikan kebiasaan untuk generasi muda," ucapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?