Advertorial Kegiatan

SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan Rutin Laksanakan Tahsin Virtual

MAGELANG - Pembiasaan kegiatan positif terus dilakukan oleh SD Muhammadiyah Inovatif (SD Inova) Mertoyudan Kabupaten Magelang terhadap murid-muridnya. Salah satunya adalah Tahsin virtual setiap hari Kamis. Tahsin merupakan pembelajaran membaca Alquran dengan tujuan agar mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembacaannya.

Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis (6/8/2020) pukul 07.00-07.20 WIB ini diikuti seluruh siswa. Kegiatan ini dipandu oleh guru pembimbing Masruroh, S.Pd, yang kesehariannya menjadi guru tahfidz di SD Inova. Official channel Youtube dari SD Inova ramai dengan komentar antusias siswa yang mengikutinya.

Kepala SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, Samsul Hudha, S.Pd.I mengatakan saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka kegiatan ini menggunakan metode virtual.

“Guru pembimbing memandu dari sekolah, sedang para siswa menyimak dari rumah masing- masing,” katanya.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa Tahsin adalah kegiatan yang wajib dikuti seluruh siswa setiap Kamis. Sebelum masa pandemi Covid-19 ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) masih normal, Tahsin masuk dalam kurikulum muatan lokal (mulok). Tahsin menjadi satu dengan pelajaran Baca Tulis Alquran (BTQ) yang dilakukan di kelas-kelas sebagaimana KBM mata pelajaran lainnya.

“Namun  semenjak masa pandemi Covid -19, kegiatan Tahsin dilakukan secara mandiri dengan metode live streaming,” terang Samsul.

Samsul Hudha menambahkan, KBM dan juga kegiatan sekolah lainnya pada masa pandemi Covid-19 ini dapat dijalankan dengan berbagai pilihan alternatif model pembelajaran. Ketika model tatap muka secara langsung ditiadakan maka ada pilihan metode lain dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas teknologi informasi yang ada.

Samsul yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang ini sepenuhnya berharap, program rutin Tahsin ini berlanjut meskipun keadaan normal kembali nantinya.

“Saya berharap, dengan adanya pembelajaran ini, para siswa sejak usia dini sudah memiliki bekal ilmu terkait tata cara membaca Alquran yang baik dan benar,” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?