Inovasi Teknologi

Bantu Deteksi Dini Corona, Mahasiswa MIPA Unand Kembangkan Thermo Gun

KOTA PADANG – Salah satu upaya dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona di masa kenormalan baru ini adalah melalui pemeriksaan suhu tubuh. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh berupa Thermo Gun. Thermo Gun pada dasarnya adalah termometer infrared yang mengukur temperatur atau suhu tanpa bersentuhan dengan obyek yang akan diukur suhunya.

Sayangnya, belum semua tempat memiliki alat ini, termasuk di tempat ibadah. Hal itulah yang melatarbelakangi dan mendorong mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) untuk mengembangkan Thermo Gun.

Dilansir dari unand.ac.id (19/6/2020), alat ini dikembangkan di Laboratoirum Elektronika dan Instrumentasi Jurusan Fisika oleh Aldo Novaznursyah Costrada dengan bimbingan Dr. Harmadi. Alat yang dikembangkan ini prinsipnya sama dengan yang ada di pasaran, menggunakan sensor infrared.

“Alat ini dilengkapi dengan bunyi atau alarm, sehingga akan berbunyi jika suhu benda yang diukur melewati ambang batas tertentu.,” jelas Dr. Harmadi.

Thermo Gun inovasi ini sudah diserahkan kepada masyarakat, di antaranya ke Masjid Al-Ihsan, Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Pengembangan alat ini bekerjasama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pencegahan Covid-19 FMIPA Unand dengan dosen pembimbing Dr. Dahyunir Dahlan.

Terkait KKN, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FMIPA Unand, Dr. techn. Marzuki mengatakan kegiatan KKN Tematik Pencegahan Covid-19 FMIPA Unand telah berlangsung sejak 30 April 2020. KKN dilaksanakan di daerah atau nagari mahasiswa masing-masing dengan dibimbing satu orang dosen pembimbing lapangan (DPL). KKN Tematik diikuti 11 kelompok dengan total mahasiswa 200 orang.

Program ini menyasar lingkungan tempat tinggal mahasiswa sendiri. Terdapat beberapa opsi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa seperti peningkatan pemahaman masyarakat terkait penyakit Covid-19, pembuatan media edukasi Covid-19. Juga pembuatan alat pelindung diri (APD), sosialisasi pencegahan Covid-19, pembentukan komunitas relawan Covid-19, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Serta penggalangan dana, peningkatan kerjasama komunitas, dan publikasi KKN tematik melalui media massa.

“Kami berharap melalui kegiatan KKN ini Fakultas MIPA bisa terlibat aktif dalam upaya pencegahan Covid-19 terutama pada masa New Normal ini” kata Dr. techn. Marzuki. (Siedoo

 

Apa Tanggapan Anda ?