Daerah

Di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dilakukan Rapid Test

KOTA SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang melakukan Rapid Test massal di lingkungannya. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan DKK Kota Semarang, dengan pelaksana teknis dari Puskesmas Srondol, Puskesmas Ngesrep dan Puskesmas Candi Lama.

Rapid Test bagi semua karyawan dan karyawati termasuk Kepala Dinas dan Sekretaris serta jajarannya. Kegiatan Rapid Test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dilansir dari disdik.semarangkota.go.id (19/6/2020), prosedur pemeriksaan Rapid Test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat Rapid Test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Menyikapi anjuran pencegahan penularan Covid-19, di Kota semarang diadakan Rapid Test massal. (foto: disdik.semarangkota.go.id)

Kegiatan Rapid Test massal itu dilakukan menyikapi anjuran Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Di mana sebelumnya Hendrar Prihadi, menanggapi terkait warning atau peringatan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bahwa Kota Semarang masih masuk dalam zona merah. Wali Kota Semarang menyampaikan terima kasih atas warning tersebut dan segera menindaklanjuti di lapangan.

Disampaikan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Semarang melonjak. Hingga Sabtu (20/6/2020), tercatat jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dirawat mencapai 412 orang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?