Opini

Orang Tua Dapat Jadikan Pembelajaran Daring Lebih Variatif dan Bermakna

Siedoo, Akibat virus Corona (Covid-19) menyebar ke seluruh dunia, masyarakat dunia menjadi tidak tenang dalam menjalani aktivitas, termasuk mewabah di Indonesia. Menyikapi hal itu, pemerintah dengan sigap mengambil kebijakan di segala bidang, termasuk bidang pendidikan di tanah air. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diberlakukan kebijakan Belajar di Rumah.

Belajar di Rumah ini diberlakukan bagi seluruh pelajar dan mahasiswa. Di mana pembelajaran atau perkuliahan tatap muka diganti dalam jaringan (daring) atau online. Belajar di Rumah bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tetap Dalam Pemantauan

Pelaksanaan Belajar di Rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kreativitas guru atau pendidik masing-masing. Pada tingkat sekolah dasar (SD) dilakukan dengan menggunakan media WhatsApp (WA), di mana anak-anak diberi tugas kemudian tugas yang diberikan dikirim lewat WA. Demikian pula untuk laporan pengerjaan tugas dari anak-anak kepada guru.

Dengan melalui pembelajaran daring itu guru dapat memantau kegiatan anak di rumah walaupun tidak bisa secara utuh seperti pengawasan ketika di sekolah. Setidaknya dengan adanya pembelajaran daring, anak-anak masih bisa tetap belajar, namun tetap terpantau.

Adapun peran orangtua di rumah yaitu mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas sekolah, sehingga mereka masih dapat belajar di rumah. Sekaligus mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah saja.

Pembelajaran Variatif dan Bermakna

Emira Kumala dengan penuh semangat melakukan kegiatan membuat makanan ringan atau camilan. (foto: dok. Nur Chajati)

Untuk menghilangkan kejenuhan anak-anak selama belajar di rumah, orangtua perlu memberikan motivasi ataupun kegiatan yang bisa membuat anak-anak nyaman tinggal di rumah. Caranya, orang tua harus berinovasi dengan membuat kegiatan bervariasi. Hal itu asalkan positif, akan sangat bermakna bagi anak-anak.

Kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak-anak di rumah di antaranya membantu orangtua sesuai dengan kemampuannya. Mulai dari yang ringan dan sederhana, namun perlu dibiasakan untuk anak-anak.  Misalnya merapikan tempat tidur, menyapu lantai, merawat tanaman dalam pot, dan kecakapan hidup lainnya.

Kegiatan lain untuk menghilangkan kejenuhan sekaligus memberi keterampilan kepada anak di rumah. Seperti mengajak anak untuk membantu memasak, diajari langkah-langkahnya. Mulai dari menyiapkan sayuran dan bumbu-bumbunya. Kemudian diajari mencuci sayuran, membuat bumbunya, dan memasaknya dipandu sang ibu. Atau membuat makanan ringan dengan mengajarkan bagaimana proses membuatnya.

Selain itu, terkait dengan mata pelajaran bisa kegiatan lain seperti menyanyi, menari, membaca puisi, wawancara dengan orang tua atau anggota keluarga. Atau membuat hiasan dan keterampilan lain dengan bahan dan alat yang tersedia di rumah.

Dilaporkan Kepada Guru

Kegiatan yang variaif dan bermakna tersebut dapat dilaporkan kepada guru. Tentu bisa dengan tertulis, difoto, atau divideo, dapat juga dengan ketiga cara itu. Tentu kegiatan seperti itu akan membuat senang semuanya, baik anak, orang tua, maupun guru.

Karena siswa telah melakukan kegiatan yang bervariasi dan bermakna dalam Belajar di Rumah, bahkan dalam hidupnya. Selamat belajar, selamat berkarya! (*)

Nur Chajati, S.Pd.SD

Guru SD Negeri Banjarsari, Windusari

 Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?