Ilustrasi, siswa tengah melangsungkan kegiatan belajar.

Nasional

Arah Kebijakan Menteri Pendidikan yang Baru


SIEDOO.COM – Sudah hampir tiga bulan pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendy baru di era Presiden Joko Widodo. Sudah banyak kebijakan-kebijakan baru yang dibuat untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Meskipun sebenarnya kebijakan-kebijakan tersebut menjadi pro dan kontra dimasyarakat.

Mendikbud Prof Muhadjir Effendy yang baru,menggantikan Anies Rasyid Baswedan PhD.Presiden melakukan penggantian tersebut pasti mempunyai alasan tersendiri. Selain sebenarnya merupakan kewenangan presiden sendiri untuk merombak kabinetnya. Tetapi hal tersebut jangan dijadikan polemik. Karena, ada hal yang lebih penting untuk diikuti perkembangannya. Walaupun, program dari Kemendikbud sebelumnya juga ada yang dilanjutkan, seperti Kartu Indonesia Pintar.

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Prof Muhadjir Effendy

Setelah dilantik pada 27 Juli 2016, Mendikbud Prof  Muhadjir Effendy siap melanjutkan kerja dari menteri pendidikan sebelumnya. Walaupun ada juga wacana-wacana baru yang diprogramkan yang dilempar untuk melihat respon masyarakat. Beberapa kebijakan menteri pendidikan ada yang baru dan ada yang melanjutkan menteri sebelumnya. Diantaranya seperti Program Full Day School, Penghapusan LKS, Penggantian UNAS dengan UAS, dan Program Kartu Indonesia Pintar.

1. Program Full Day School

Program ini diwacanakan oleh menteri pendidikan dengan tujuan anak lebih banyak menggunakan waktunya secara positif. Sebagaimana kita ketahui banyak anak yang kurang mendapat pendidikan yang cukup dan banyak juga yang terjerumus keperilaku negatif. Hal tersebut dikarenakan siswa yang setelah pulang sekolah, punya banyak waktu tetapi tidak ada yang memperhatikan.

Walaupun ada juga siswa yang sadar akan pentingnya waktu, sehingga memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Menurut Menteri Muhadjir, siswa akan senang dengan adanya Full Day School. Dalam program ini tidak ada mata pelajaran. Orangtua bisa jemput anak sekolah, dan membantu sertifikasi guru. Yang manjadi pertanyaan, apakah biaya Kartu Indonesia Pintar sudah disesuaikan dengan program Full Day School.

2. Penghapusan LKS

Rencana berikutnya yang diwacanakan menteri pendidikan adalah penghapusan lembar kerja siswa (LKS). Selama ini LKS selalu menemani siswa/siswi dalam melatih kemampuan mereka dengan mengerjakan soal-soal yang ada di LKS. Ketidaksamaan kualitas dari guru di tiap-tiap sekolah membuat variasi soal untuk latihan siswa diperlukan. Terlebih jika kualitas guru yang ada rendah. Selain itu jika program Full Day School dijalankan, maka perlu adanya variasi-variasi soal yang beragam.

Untuk itu, dengan dihapusnya penggunaan LKS maka pemerintah perlu menyediakan media lain agar siswa dapat belajar dengan baik. Dengan dihapuskannya LKS, maka dengan alokasi dana pada Kartu Indonesia Pintar apakah tidak berlebih.

3. Penggantian UNAS dengan UAS

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah mempertimbangkan, pelaksanaan dan fungsi ujian nasional (Unas). Kemendikbud ingin menjadikan Unas sebagai penilaian standar sekolah. Kemendikbud juga akan menjadikan ujian akhir sekolah (UAS) sebagai pengganti Unas. Dulu, ia menjelaskan, Unas menjadi pengganti UAS untuk menghindari mark up nilai. Perubahan fungsi Unas tidak akan mempengaruhi pertimbangan seorang pelajar masuk ke perguruan tinggi.

4. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan pemerintah, mulai dipercepat proses pencairannya. Kartu Indonesia Pintar merupakan kartu yang menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah, dari keluarga yang kurang mampu. Siswa akan terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA.

Kartu Indonesia Pintar merupakan program dari Presiden Joko Widodo, pada November 2014 silam diluncurkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini penyempurnaan dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Walaupun sudah mulai dibagikan 2014 lalu, sampai sekarang pembagian Kartu Indonesia Pintar belum selesai. Diharapkan pembagian Kartu Indonesia Pintar selesai dibagikan akhir 2016 ini.

sumber : Kompas dan Republika

Apa Tanggapan Anda ?