Nasional

Waspadai Penipuan CPNS, Sudah Beredar Lewat Medsos

JAKARTA - Tahap pendaftaran pada rekrutmen CPNS tahun 2019 baru saja usai. Kini masih dalam tahap verifikasi administrasi. Masyarakat diimbau agar semakin berhati-hati dan lebih selektif terhadap informasi yang beredar dan mengkonfirmasi kebenarannya.

“Jika ada informasi terkait rekrutmen CPNS, dimohon untuk lebih waspada dan mengonfirmasi ke Kementerian PANRB terlebih dahulu,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Andi Rahadian dilansir dari menpan.go.id.

Dinyatakan, terdapat pesan singkat beredar melalui media sosial (medsos) WhatsApp yang seolah mengkoordinasikan pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk Instansi Pusat. Dalam pesan tersebut, pembagian NIP akan dilakukan Senin (09/12) bertempat di kantor departemen/kementerian atau lembaga masing-masing yang mendapat jatah khusus.

Peserta juga diminta menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam. Mereka juga wajib membawa nomor register, sementara yang belum mendapatkan nomor register harus membawa tanda pengenal.

"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini, proses seleksi CPNS dalam tahap verifikasi administrasi," ujarnya.

Tercatat ada 41.219 pelamar yang telah mendaftarkan diri untuk seleksi CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga Jumat 29 November. Jumlah pelamar tersebut akan memperebutkan 2.196 formasi yang tersebar wilayah kerja Kemendikbud di seluruh Indonesia.

Dilansir dari kemendikbud.go.id, sebanyak 33.606 pelamar telah mendaftar CPNS Kemendikbud nonpendidikan tinggi yang memperebutkan 202 formasi. Sedangkan 7.613 pelamar sisanya mendaftar untuk lingkup pendidikan tinggi yang memperebutkan 1.994 formasi.

Sementara itu, Bupati Majalengka, Jawa Barat, Karna Sobahi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing percaloan. Menurut Bupati Karna, pelaksanaan penerimaan CPNS ini dilakukan dengan sistem yang sudah baku dibuat pemerintah pusat.

Kelulusannya pun ditentukan dari sistem yang telah terprogram. Sehingga, menutup celah untuk merekayasa sistem kelulusan oleh siapapun di pemerintahan daerah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing upaya-upaya dari pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan jasa mempermudah, apalagi dengan diminta imbalan,” tegas Bupati dilansir dari radarcirebon.com.

Sebab menurutnya, perekrutan CPNS ini dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang hasilnya bisa dilihat saat itu juga ketika para peserta seleksi melakukan test di lokasi ujian. Sehingga, para peserta bisa langsung mengetahui apakah nilai yang didapat sesuai atau belum mencapai passing grade.

“Jangan percaya pada pihak manapun. Percaya saja pada kemampuan diri sendiri. Karena yang bisa menentukan lolos tidaknya hasil ujian nanti adalah para peserta itu sendiri,” imbuhnya. (Siedoo)

 

Apa Tanggapan Anda ?