Suasana saat pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Untidar jalani Bela Negara. Rektor Untidar pun ikut turun tangan mengikuti Bela Negara.

Daerah

Bahkan Rektor Pun Memimpin Ikrar Bela Negara

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Tentara Nasional Indonesia selama ini disibukkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya pelatihan Bela Negara. Biasanya, yang mengikuti Bela Negara adalah para siswa mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas atau sederajat. Tetapi, bagaimana jika Bela Negara yang mengikuti dosen dan bahkan rektor perguruan tinggi.

Hal itu terjadi di kalangan Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 262 peserta yang terdiri dari pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Tidar mengikuti pelatihan Bela Negara di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Pelatihan ini merupakan upaya menumbuhkan sikap dan perilaku yang teratur dalam menunaikan hak dan kewajiban bela negara atas landasan cinta tanah air. Saking semangatnya, Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. memimpin seluruh peserta Bela Negara, mengucapkan ikrar Bela Negara di Puncak Gunung Tidar.

“Kami pelatihan Bela Negara Universitas Tidar berjanji siap menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Bangsa dan Negara Indonesia. Siap menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata rektor.

Ikrar itu juga terkait kesiapan menjunjung tinggi asas Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Siap menjaga dan melaksanakan UUD ’45.

“Siap mendukung dan melaksanakan segala upaya pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat adil dan makmur,” jelas rektor saat memimpin ikrar.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin langsung Wakil Direktur Pembinaan Lembaga Akmil Kolonel Inf. Trenggono, S.I.P. Ia mengucapkan selamat datang kepada dosen, pimpinan dan tenaga kependidikan Untidar di Lembah Tidar.

“Salah satu poin yang akan diberikan dalam pelatihan Bela Negara ini adalah disiplin terutama disiplin waktu,” jelasnya.

Seluruh peserta dituntut untuk menjaga kedisiplinan dan ketertiban selama pelatihan. Jam kegiatan akan diatur sesuai porsi masing-masing.

“Termasuk kegiatan istirahat, mandi dan makan. Luarannya diharapkan kedisiplinan disini nantinya dapat diterapkan di instansi bapak ibu sekalian,” kata dia.

Materi pada hari pertama meliputi pelatihan baris berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, kepimpinan, proxy war serta pemberian motivasi. Materi kepemimpinan disampaikan Letkol Arh Heri Wijanarko menitik beratkan bahwa pemimpin layaknya yang jujur, bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

“Pemimpin itu bukan didapatkan hanya dari pelatihan. Namun juga harus punya modal lainnya akademik, jasmani dan kepribadian,” ujarnya.

Pada hari kedua, sebagian besar kegiatan dilakukan diluar ruangan naik ke Gunung Tidar dan outbond. Selain menguji ketahanan fisik, para peserta juga diuji bagaimana dapat bekerjasama dalam tim.

Sementara itu, Kepala Urusan Pemeriksa Psikologi Akmil Reza Pahlevi menyatakan salut bahwa dosen, tenaga kependidikan/staf. Bahkan pimpinan Untidar bersemangat mengikuti setiap kegiatan Bela Negara. Para pimpinan bahkan Rektor Untidar mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.

“Bahkan pada sesi outbond pun, bapak rektor tidak mau ketinggalan,” kata dia.

Adapun kegiatan outbond dirancang untuk melatih kerjasama tim, strategi, kekuatan serta ketangkasan. Menang atau kalah dalam permainan outbond bukanlah “goal” utama.

“Tetapi bagaimana kekompakan, komunikasi serta kerjasama ini yang harusnya diimplementasikan juga dalam bekerja sehari-hari di Untidar,” jelas Reza.

Apa Tanggapan Anda ?