Tim debat Unsyiah terima oenghargaan SDGs Award. l foto: unsyiah.ac.id.

Nasional

Tim Unsyiah Menang Debat SDGs


ACEH - UNDP Indonesia bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Tanoto Foundation menggelar Lomba Debat Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Atma Jaya dan Hotel Fairmont, Jakarta, 6-9 Oktober 2019. Tema yang diangkat adalah “The Future is Ours”. 

Dalam ajang tersebut Tim Debat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Aceh berhasil meraih prestasi sebagai runner up. Dilansir dari unsyiah.ac.id (11/10/2019), Tim Unsyiah terdiri dari Muhammad Ghifari Karsa (Fakultas Kedokteran), Naufal Gusti (Fakultas Kedokteran) dan Cut Puan Tiszani Pasha (Fakultas Teknik). Selain meraih posisi kedua, penghargaan khusus sebagai pembicara terbaik (best speaker) juga berhasil direbut oleh anggota tim Unsyiah yakni Muhammad Ghifari Karsa.

Mereka berhasil meraih juara 2 setelah tampil sebagai tim pemerintah melawan Institut Teknologi Bandung (oposisi) di babak Grand Final, dengan mosi debat: Dewan Ini Akan Mencabut Hak Eksklusif Negara Atas Perikanan, Sumber Daya, dan Teritori yang Terletak di Perairan dan Akan Diserahkan Kepada Badan Internasional yang Independen.

Satu-satunya dari Luar Jawa

Sebelumnya, tim Unsyiah berhasil masuk ke babak perempat final setelah melalui 3 babak pra-eliminary. Berdasarkan akumulasi nilai yang dikumpulkan dari 3 babak tersebut, tim Unsyiah menduduki peringkat ke-2. Sekaligus menjadi satu-satunya tim yang berasal dari luar Pulau Jawa yang tembus ke babak perempat final. Pada babak perempat final dan semifinal, tim Unsyiah berhasil berturut-turut mengalahkan Universitas Indonesia dan Universitas Presiden.

Pelatih Tim Debat Unsyiah, Muhammad Iqhrammullah, mengatakan prestasi ini menjadi suatu kebanggaan bagi Aceh, dan bagi Unsyiah khususnya karena kita berhasil melakukan yang terbaik.

“Dan alhamdulillah meraih gelar juara dan best speaker,” ungkap Muhammad Iqhrammullah.

Dukungan Kampus

Kesuksesan ini tidak lepas dari besarnya dukungan, baik moral dan finansial, yang telah diberikan oleh pihak Universitas Syiah Kuala melalui biro kemahasiswaan, unit Pengembangan Penalaran dan Kreativitas Mahasiswa (P2KM), Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik.

“Tak kalah pentingnya pula peran dari klub debat Unsyiah (Unsyiah Debating Club – UDC) dalam memberikan persiapan matang kepada para delegasi,” imbuh Muhammad Iqhramullah.

Semengtara itu, Ketua UDC, Sultan Rizky Muhammad, mengaku bangga dengan ketiga perwakilan Unsyiah dan berharap agar anggota lainnya dapat termotivasi. Pihaknya berharap agar prestasi ini dapat memotivasi para anggota UDC lainnya untuk tidak pantang menyerah dan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Sultan juga mengakui pentingnya lomba debat ini sebagai wadah desiminasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan program penting organisasi global antarnegara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kita diharuskan memahami SDGs secara mendalam dan paham akan permasalahan secara global. Generasi muda diajak untuk kritis dan turut andil memberi solusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?