Tokoh

MYMA Unair Menangi Lomba Debat Konstitusi Regional Timur

Siedoo, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam Masyrakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) kembali mengharumkan nama kampus. Kali ini, mereka mencetak prestasi dalam ajang lomba debat hukum.

Jika pada tahun sebelumnya MYMA telah berhasil mencetak 8 kali kemenangan dalam lomba debat hokum. Tahun ini MYMA kembali menorehkan prestasi dalam lomba debat konstitusi yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi tingkat Regional Timur. Kompetisi itu diselenggarakan pada 11-13 April 2019.

Tim debat FH Unair yaitu Sayyidatul Insiyah (2016), Xavier Nugraha (2015), dan Shevierra Danmadiyah (2016) sebagai speaker. Serta, Jihan Anjania Aldi (2016) dan Elma Putri Tanbun (2016) sebagi researcher. Dalam mengikuti kompetisi mereka didampingi oleh dosen pembimbing Dri Utari, S.H., LLM.

Lombat debat konstitusi ke-12 yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi ini dibagi dalam tiga wilayah. Regional Barat, Tengah, dan Timur. Sebanyak delapan tim terbaik dari masing-masing regional lanjut ke tingkat nasional.

Dalam hal ini, Unair masuk dalam Regional Timur bersama beberapa universitas unggulan, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Surabaya, dan beberapa universitas lain Regional Timur.

“Dalam perlombaan Debat Konstitusi XII Regional Timur ini terdapat beberapa tahapan. Pertama, tahap seleksi, di mana peserta wajib membuat esai dan video. Pada tahap seleksi ini 24 tim terbaik dari Regional Timur dipilih berdasarkan penilaian esai dan video,” jelas ketua delegasi, Xavier Nugraha dilansir unair.ac.id.

Setelah 24 tim terbaik terpilih, dilanjutkan tahap perdebatan yang akan mempertandingkan 24 tim terbaik di Universitas Samratulangi, Manado. Selaku mitra Mahkamah Konstitusi dalam mengadakan lomba tersebut.

Hingga babak final, tim Unair berhadapan dengan Ubaya yang menempati peringkat ke-2. Mosinya adalah ‘Legal Standing WNA Dalam Pengujian UU’ pada posisi pro.

Dengan bermodalkan kekompakan tim dan strategi yang tepat, tim UNAIR berhasil memenangkan pertandingan final yang sengit dengan victory point 5 vs 4. Sehingga, menjadikan tim Unair juara dalam Debat Konstitusi XII Regional Timur.

Xavier merasa sangat bangga dan senang bisa kembali mengharumkan nama almamater. Meski harus melewati proses yang cukup panjang.

“Merupakan kebanggan bagi kami untuk dapat mengharumkan nama almamamter dan orang tua, meskipun selama tiga minggu kami harus dikarantina,” ujarnya.

Xavier juga berterima kasih karena telah didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari dekan, wakil dekan, dosen-dosen, organisasi MYMA, sehingga dapat menjadi juara dalam Debat Konstitusi XII Regional Timur.

Xavier juga terus memohon doa dan dukungan agar tim Unair dapat menjadi juara dalam Debat Konstitusi XII tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada 14-16 Agustus 2019 mendatang. (*)

Apa Tanggapan Anda ?