Para pendidik SMPN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah bersama rombongan pendidik dari Kabupaten Kudus. | foto : Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Kepincut Gelisuci, Guru PAI Kudus Sambangi SMPN 1 Kota Magelang


MAGELANG – Sebagai sekolah rujukan dan sudah memiliki banyak prestasi, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Magelang, Jawa Tengah sering mendapat kunjungan satuan pendidikan dari berbagai daerah. Salah satunya mendapat kunjungan 70 pendidik, terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP se-Kabupaten Kudus, Senin (07/10/2019).

“Jadi mereka mendapat informasi tentang kegiatan Gelisuci (Gerakan Literasi Kitab Suci) maupun prestasi SMPN 1 Magelang, itu dari berbagai macam informasi media sosial dan juga dari berita – berita yang ada. Sehingga beberapa waktu yang lalu, mereka dari pengurus (Kudus) ada yang kulo nuwun ke sini untuk bisa study banding atau ngangsu kawruh belajar di sini  tidak hanya tentang Gelisuci, tapi juga manajemen di sekolah termasuk prestasi. Kemudian terjalin kesepakatan dan dikemas dalam semacam seminar,” kata Kepala SMPN 1 Kota Magelang, Nurwiyono S.N, M.Pd.

Pada kegiatan Seminar Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tersebut, SMPN 1 menggandeng Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengisi seminar terkait dengan profesionalisme guru. Sedangkan dari kepala SMPN 1 memaparkan best practice tentang kegiatan di sekolah. Utamanya terkait dengan kebijakan pengembangan nilai religius dan tentang kebijakan Pemerintah Daerah.

"Mereka datang ke sini pukul 06:15, ingin melihat secara langsung penerapan Gelisuci di SMPN 1, sama seperti waktu dari Malaysia sebelumnya juga ingin melihat itu. Kemudian upacara dan kita laksanakan seminar,” tuturnya.

Pada kesempatan seminar tersebut terjadi tanya jawab. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan guru.

Nurwiyono menjelaskan, guru PAI sama halnya dengan guru yang lain. Pengembangan jenjang karir untuk kenaikan pangkat melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) diantaranya pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

“Maka tadi minta penjelasan, sekedar sharing saja kita berbagi kebetulan kami di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membidangi itu. Kita coba apa yang sudah kita laksanakan, bagaimana untuk memotivasi mereka coba kita sampaikan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) No 16 Tahun 2009 tentang Pengembangan Profesi Guru,” ujar kepala sekolah yang juga wakil ketua PGRI Kota Magelang tersebut.

Diterangkannya, memang perlu semacam informasi atau pengalaman yang harus disampaikan, karena kalau sekedar membaca saja tapi tidak ada pengalaman yang disampaikan kadang enggan untuk melakukan.

“Kami membuka ada tamu berkunjung di sini itu hanya di semester gasal. Malau semester genap kita tutup untuk konsentrasi persiapan Ujian Nasional (UN),” imbuhnya.

Ditambahkannya, pada Rabu (9/10/2019) akan mendapat kunjungan dari SMPN 7 Yogyakarta yang berkonsentrasi melihat penerapan pada delapan standar nasional dan peningkatan mutu prestasi yang dilakukan SMPN 1 Magelang. SMPN 1 Kudus juga berencana akan berkunjung pada 2 November 2019.

Pengawas Sekolah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Salamun, S.Ag., M.Pd.I mengatakan, dari sisi tinjauan silaturahmi bagus, sisi kacamata penguatan juga bagus. Tidak semata-mata hanya kunjungan tapi ada diisi seminar, kemudian diisi kegiatan untuk melihat literasi di SMPN 1 Magelang.

“Harapannya mereka juga bisa menerapkan di sana, karena bagaimanapun komentar dari peserta juga bagus apresiasinya,” katanya.

Dirinya memaparkan, inti kedatangan para pendidik dari Kabupaten Kudus ingin melihat kaitannya literasi Al-Qur’an di SMPN 1 Magelang.

“Di sisi lain mereka juga butuh penguatan. Kaitannya penguatan itu diisi seminar yang ada angka kreditnya untuk kenaikan pangkat. Istilahnya sambil menyelam minum air. Kunjungan untuk study banding dan seminar dua-duanya dapat,” tandas Pengawas Sekolah yang juga Sekretaris PGRI Kota Magelang tersebut.

Menurutnya, kegiatan kunjungan tersebut dinilai bagus agar memberikan mindset guru untuk berubah, mencontoh, meniru atau istilahnya Amati, Tiru, Modifikasi (ATM). (Siedoo)

 

Apa Tanggapan Anda ?