Jang Youn Cho. (sumber: fajar.co.id)

Internasional Nasional

Setelah Didatangkan Rektor Asal Korsel, Bakal Datangkan Lagi Asal Amerika


JAKARTA - Perguruan tinggi negeri saat ini sudah mencapai 500 dapat bersaing untuk berkolaborasi dengan asing. Rektor asing yang belum lama ini didatangkan untuk memimpin Universitas Siber Asia di bawah Yayasan Universitas Nasional adalah profesor asal Korea Selatan (Korsel) bernama Jang Youn Cho.

Ia sebagai rektor asing pertama di Indonesia. Cho akan menjadi rektor Universitas Siber Asia, lembaga pendidikan pertama yang sistem pendidikannya berbasis daring (online) berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, sekarang masih ditempatkan untuk perguruan tinggi swasta, kalau untuk perguruan tinggi negeri sedang memperbaiki peraturan-peraturannya yang akan selesai pada 2019.

“Sebentar lagi ada permintaan perguruan tinggi lain yang akan berkerja sama dengan Amerika Serikat, masih negosiasi dengan mereka,” katanya dilansir dari pikiranrakyat.com.

Ia mengatakan, dengan Amerika bisa dilakukan diharapkan dapat berkolaborasi lebih baik lagi. Perguruan tinggi kualitas lulusannya akan meningkat. Sekarang ini rektor asing masih terganjal di perguruan tinggi negeri karena ada regulasi.

“Universitas Siber ini baru dan belum ada mahasiswanya sehingga tidak masang target untuk peringkat, kecuali saya meresmikan rektor asing di perguruan tinggi yang masuk 500 besar, tentu saya akan pasang target,” katanya.

Ditandaskan, pengadaan rektor asing ini bukan lantaran tidak adanya rasa nasionalisme. Namun, pengadaan rektor asing ini dilakukan untuk mendorong kualitas universitas di Indonesia agar setara dengan universitas di luar negeri.

Dia berharap banyak dengan adanya rektor asing ini. Chou dituntut bisa memajukan mutu pendidikan di Indonesia agar setara dengan internasional.

"Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu menjadi baik dan daya saing di tingkat internasional," kata Nasir dilansir dari beritagar.id.

"Harapan saya, karena ini di Asia, mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia saja dan ini ada permintaan dari ASEAN sendiri, Asia Barat, maupun di Afrika," tambahnya.

Namun, pengadaan rektor asing ini masih dalam tahap percobaan. Rektor asing baru akan dilakukan di beberapa kampus swasta.

Untuk kampus negeri, Kemenristekdikti sedang melakukan rancangan yang matang. Nasir ingin rektor asing bisa berjalan di kampus negeri jika memungkinkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang