Menristekdikti di Unusida, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (8/4/2019)

Nasional

Tumbuhkan Wirausahawan Muda, Kemristekdikti Sediakan Program Bina Kewirausahaan


SIDOARJO – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyediakan berbagai program pembinaan dan kompetisi kewirausahaan yang dapat diikuti mahasiswa seperti Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia.

“Melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, saya buat program kewirausahaan tujuannya biar mereka dapat berlatih di dalam kampus,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir dilansir nu.or.id.

Karena itu, Nasir pun mendorong mahasiswa untuk menggali potensi kewirausahaan dalam dirinya selama kuliah agar mereka dapat menciptakan lapangan kerja setelah lulus. Setelah berlatih di kampus, ketika sudah lulus mereka bisa berinovasi dengan teknologi yang mereka miliki, mereka bisa menjadi wirausaha muda.

Nasir menyatakan, dunia orang tua dengan pemuda Indonesia saat ini sudah berbeda. Ada persaingan antara teknologi dan tenaga kerja manusia yang membuat kebutuhan lowongan pekerjaan berubah.

“Dunianya berbeda sekali. Anak muda sekarang itu biasanya di dalam kerja, satu tahun, dua tahun pindah. Mereka mencari jati diri untuk membentuk wirausaha muda dan itu harus kita dorong. Jangan diarahkan jadi seperti orang tuanya saja atau harus jadi PNS saja,” tutur Nasir dikabarkan suaramerdeka.com.

Nasir mengaku bangga mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi menjadi kalangan yang dominan dalam kesuksesan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Kemristekdikti sudah melahirkan 1.307 startup berbasis teknologi.

Kuota Bidikmisi

Sementara itu Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Fatkul Anam mengapresiasi dukungan Kemristekdikti bagi pengembangan mahasiswa di perguruan tingginya yang baru berumur empat tahun tersebut. Salah satunya melalui alokasi Beasiswa Bidikmisi yang mencapai 300 penerima dari empat angkatan pertama Unusida.

“Harapan kita bersama, pada masa yang akan datang semoga kuota Beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo ini dapat ditambah lebih banyak lagi. Seiring dengan manfaat yang diperoleh terutama bagi anak-anak kita dari pesantren yang kurang mampu yang mempunyai keinginan luar biasa berkuliah di perguruan tinggi,” harap Anam. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?