UGM menjadi juara umum dalam Pimnas ke-32 di Bali. (foto: ristekdikti.go.id)

Nasional

Catatan Pimnas ke-32, dari UGM hingga ITB


Siedoo, Lagi-lagi Universitas Gajah Mada (UGM) yang menjadi juara umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Di tahun 2019 ini, di Pimnas ke-32, dari 25 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos Pimnas, UGM berhasil mengumpulkan 4 medali emas dari presentasi karya ilmiah, serta 5 medali emas dari poster.

Selain medali emas, UGM pun berhasil menyabet 5 medali perak dan 5 medali perunggu dalam presentasi karya ilmiah, serta 3 perak dan 4 perunggu untuk poster ilmiah.

Salah satu karya PKM dari UGM yang diganjar medali emas berasal dari PKM Kewirausahaan-1. Yaitu, bisnis karakter boneka “Pongo, Rhino, Para”. Sebuah bisnis yang mempromosikan wisata Indonesia dengan memilih hewan langka menjadi boneka yang dilengkapi dengan information tag yang dikaitkan pada lengan boneka.

Berisikan berbagai fakta unik terkait objek wisata unggulan Indonesia. Judul PKM lain yang meraih emas ialah “Subak Era Turistifikasi: Dilema Kelompok Subak dalam Mempertahankan Kearifan Lokal di Bali” dalam kategori PKM Penelitian Sosial Humanioara.

UGM merupakan kampus terbanyak yang meloloskan mahasiswanya berlaga di Pimnas. Disusul Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 23 tim. IPB berhasil menempat posisi kedua kampus terbaik dengan 3 emas, dan 2 perak dalam presentasi karya ilmiah, serta 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu dalam poster ilmiah.

Meskipun jumlah tim yang lolos sama dengan IPB, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) harus puas tidak masuk dalam jajaran 15 besar. Pasalnya, ITS tidak meraih satupun medali emas, baik dalam presentasi karya ilmiah maupun poster.

Universitas Brawijaya yang mendapat posisi kedua pada Pimnas sebelumnya, harus puas terdepak pada posisi kedelapan dengan raihan 2 medali emas.

Universitas Dipenogoro yang berhasil mengumpulkan 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu dalam presentasi karya ilmiah serta 5 emas, dan 2 perak pada poster, mendapatkan posisi stagnan, yaitu posisi ketiga yang sama dengan Pimnas ke-31 tahun 2018.

Hal mengejutkan justru datang dari Institut Teknologi Bandung, meski hanya mampu meloloskan tujuh tim pada Pimnas ke-32, kali ini ia mampu menempati posisi keempat terbaik.

ITB berhasil meraih tiga emas dalam presentasi karya ilmiah, serta 1 medali emas, 1 perunggu pada poster ilmiah. Padahal, pada Pimnas tahun sebelumnya, ITB tak berhasil meraih peringkat 10 besar kampus terbaik.

Piala Bergilir Juara Umum Pimnas, bernama Adhikarta Kertawidya, diserahkan langsung Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, kepada pihak UGM pada penutupan Pimnas ke-32 di Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (30/08/2019).

Ismunandar menyampaikan, Pimnas dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sikap ilmiah (scientific attitude) mahasiswa, membangun kemampuan untuk menulis karya ilmiah yang baik, kemampuan kewirausahaan, melatih berkerja sama dalam tim (teamwork), sekaligus membangun solidaritas silaturahmi antar mahasiswa.

“Saya berharap bahwa adik-adik terus meneliti dan berinovasi, tidak berhenti di Pimnas. Sebab tantangan ke depan akan semakin sulit dan mesti diselesaikan dengan inovasi dalam bidang teknologi, sains, maupun humanity. Jika passion kalian di situ (meneliti), lanjutkanlah. Sebab banyak yang bilang kalau jadi periset itu kan jalan sunyi. Tapi jika Adik-adik sudah suka, saya harap terus dilanjutkan,” tegas Ismunandar.

Secara khusus Kemenristekdikti memberikan penghargaan kepada Universitas Udayana yang telah menyukseskan Pimnas ke-32 dengan menjadi tuan rumah yang baik. Juga apresiasi dan penghargaan kepada panitia, dewan juri, serta peserta yang gigih sejak seleksi tahap universitas.

Direktorat Kemahasiswaan, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti berharap bahwa karya-karya PKM Mahasiswa yang terbaik dapat ditindaklanjuti dengan Publikasi Jurnal Ilmiah, Hak Kekayaan atas Intelektual (HAKI), dan hilirisasi karya inovatif Produk Mahasiswa.

Peserta Pimnas ke-32 merupakan jumlah peserta terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, sebanyak 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia.

Mereka terbagi dalam 460 tim terpilih dari Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun 2019 sebanyak 3.621 Proposal. Tentu harus lahir gagasan yang mewujud untuk kemaslahatan bersama. (*)

Apa Tanggapan Anda ?