Daerah

Undip Buka Tiga Kursi Ilmu Hukum dan Dua Kursi Ilmu Gizi Jalur PBSB

SEMARANG – Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) diperluas. Di tahun 2019, Kementerian Agama (Kemenag) membuka akses beasiswa bagi santri untuk kuliah pada jurusan Ilmu Hukum dan Ilmu Gizi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Pontren Kemenag, Ahmad Zayadi mengaku selama ini belum membuka pilihan untuk jurusan Ilmu Hukum. Sehingga universitas tersebut menjadi salah satu pilihannya.

“Sementara jurusan Ilmu Gizi baru diberikan untuk 1 kursi saja di IPB Bogor,” ujarnya dilansir dari kemenag.go.id.

Ia optimis pilihan PBSB pada kampus yang sudah berdiri sejak 1956 ini akan banyak peminat. Juga sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengakselerasi proses mobilitas sosial-vertikal kaum santri. "Kampus sebesar Undip akan diminati," tegasnya.

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren telah menggelar pertemuan dengan pihak Undip untuk membahas kuota beasiswa. Pertemuan berlangsung di kampus Undip Semarang, akhir pekan lalu.

Hasil pertemuan ini menyepakati,  kuota Prodi Ilmu Hukum untuk tiga santri,  sedang dua santri untuk Prodi Ilmu Gizi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) PBSB oleh dua pihak. MoU ini akan menjadi pedoman bersama dalam pengelolaan PBSB tahun 2019.

“Kita berharap santri PBSB lulusan Ilmu Hukum dan Ilmu Gizi Undip ini nantinya akan memiliki peran di pesantren asalnya,” tutup Zayadi.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Ambariyanto menyampaikan di kampusnya, banyak mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari instansi/lembaga. Undip sendiri juga memberikan beasiswa bagi mahasiswanya.

“Saat ini Undip memberikan beasiswa Bibit Unggul Berprestasi yang juga bisa diikuti oleh santri Hafizh Alquran minimal 20 juz,” jelasnya.

Beasiswa di Undip berasal dari berbagai sumber, termasuk dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Akhir 2018 lalu, PT tersebut kembali memberikan beasiswa kepada 9 mahasiswa Undip yang berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.

Wakil Rektor I Undip Prof. M Zainuri mengungkapkan, Undip sangat mengapresiasi pemberian beasiswa bagi para mahasiswa Undip.  “Karena hakekatnya beasiswa yang diberikan tidak hanya meringankan beban para mahasiswa tetapi juga sebagai cambuk bagi mereka untuk lebih dapat berprerstasi lagi dalam bidang akademik,” ungkapnya dilansir dari undip.ac.id.

Sementara Staf Senior PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk Ayie Ibrahim mengatakan bahwa beasiswa yang diterima setiap mahasiswa dari perusahaan tersebut nilainya Rp 6 juta per tahun, atau Rp 500 ribu per bulan.

“Melalui beasiswa ini, kami ingin membantu mahasiswa yang berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu agar mereka dapat menyelesaikan studinya dengan baik,” akunya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?