Siswa-siswi SMP/Mts di Kota Magelang mengikuti Diklat karakter di Yon Armed 11 Kostrad. Mereka dididik untuk membentuk pendidikan karakter yang kuat.

Daerah

Kuatkan Pendidikan Karakter melalui Diklat TNI


MAGELANG – Para siswa sekolah menengah pertama / madrasah tsanawiyah di Kota Magelang, Jawa Tengah diikutkan pendidikan dan latihan bersama TNI. Diklat ini untuk menguatkan pendidikan karakter pada pelajar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Materi yang disampaikan antara lain tentang undang-undang lalu lintas dan narkoba. Selain TNI, ada juga pemateri dari Polres Magelang Kota. Selain itu, juga ada materi motivasi diri, melatih kepercayaan diri serta kepemimpinan.

“Juga ada outbond untuk mendukung materi sebagai bentuk kebersamaan,” kata Danlat Karakter Kebangsaan di Yon Armed 11 Kostrad Kapten Arm Wahyu K.

Dalam kegiatan ini, anak diajari mandiri, disiplin dan bermental kuat. Outputnya mereka mempunyai pribadi yang berkarakter dan jiwa kebersamaan. Diharapkan mereka juga dapat menjadi duta untuk menularkan ilmunya ke rekan-rekannya di sekolah.

“Setelah selesai diklat, siswa memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Diklat karakter kebangsaan siswa SMP/Mts diikuti 102 siswa. Rata-rata sekolah di Kota Magelang mengirimkan 5 siswa. Namun demikian, ada juga yang mengirimkan kurang dari 5 siswa.

Diklat itu diadakan selama 2 hari semalam. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Agus Sujito, mengatakan diklat tersebut ditekankan untuk penguatan pendidikan karakter. Tujuannya antara lain untuk menanamkan disiplin siswa dan menanamkan rasa kebangsaan.

“Kedepannya kegiatan seperti ini akan terus kami tingkatkan dengan memilih siswa yang fisiknya kuat. Sehingga benar-benar menghasilkan sifat mental yang kuat pada diri anak,” ujarnya.

Agus juga berharap dengan mengikuti diklat karakter, dapat meningkatkan jiwa nasionalisme. Meningkatnya nilai religius, meningkatnya jiwa konstrad, meningkatnya rasa gotong royong dan memiliki kejujuran yang tinggi.

“Anak dididik untuk disiplin akan menjadi kebiasaan. Sopan santun akhlaq mulia dan budi pekerti dan mandiri,” kata Agus.

Apa Tanggapan Anda ?