Lomba Bahasa Indonesia 2019 digelar Kemdikbud di Jakarta. | foto : kemdikbud.go.id

Internasional

Apresiatif, Penutur Asing dari 18 Negara Ikuti Lomba Bahasa Indonesia


JAKARTA – Lomba Bahasa Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), di Jakarta menarik minat penutur asing berbagai negara. Sebanyak 18 negara mengirimkan pesertanya dalam 3 bidang lomba yaitu pidato, cerita rakyat, dan debat Bahasa Indonesia.

Kegiatan tersebut dimaksudkan juga untuk mendukung bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional dan menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia melalui bahasa. Diwartakan kemdikbud.go.id, para peserta diharapkan menyebarluaskan bahasa Indonesia seperti bola salju.

“Sehingga makin lama makin meluas dan bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional,” ungkap Kepala Bagian Fasilitasi Internasional dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN), Yaya Zakaria.

Menurut salah satu juri lomba, Emi Emilia peserta yang mengikuti lomba sudah bagus. Hal itu terlihat dari kemampuan mereka berpidato. Dan mereka memenuhi persyaratan lomba, yaitu maksimal enam bulan (kumulatif) belum pernah tinggal di Indonesia.

“Artinya bahwa kemampuan dalam berbahasa Indonesia mereka merupakan produk pembelajaran bahasa Indonesia di tempat mereka sendiri,” kata Emi.

Seleksi lomba di masing-masing negara sudah dilaksanakan pada April-Juni 2019. Seleksi diadakan di negara yang memiliki perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Rumah Budaya.

Negara-negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Australia, Belanda, Filipina, India, Inggris, Jepang, dan Jerman. Kemudian Malaysia, Mesir, Papua New Guinea, Prancis, Saudi Arabia, Singapura, Thailand, dan Timor Leste.

Asma Tahsin (Mesir), satu dari 31 peserta, mengaku termotivasi belajar bahasa Indonesia karena ingin membantu teman-temannya dari Indonesia di Al Azhar mempelajari bahasa Arab. Peserta bidang lomba pidato ini pun memiliki teman-teman di Kairo yang sudah lebih dahulu belajar bahasa Indonesia.

“Saya sangat suka budaya dan bahasa orang Asia. Setelah belajar bahasa Indonesia, saya suka orang Indonesia, makanan Indonesia juga dan hal itu membuat saya mau lanjut belajar bahasa Indonesia sampai sekarang,” ujarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata