Internasional

Wadahi Guru, Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia di Cina Terbentuk

CHINA - Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia  untuk Penutur Asing (APBIPA) di Cina terbentuk melalui pemilihan ketua secara terbuka di Beijing, China. Asosiasi ini akan mewadahi berbagai kepentingan terkait sistem pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).

Organisasi tersebut juga akan mewadahi para guru Bahasa Indonesia di 12 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di daratan Tiongkok. Pembentukan dilakukan setelah Focus Group Discussion (FGD) mengenai ‘Revitalisasi Pengembangan Program Studi Bahasa Indonesia di China', pekan lalu.

“Dengan adanya wadah ini, nanti kita bisa menyelenggarakan FGD (Focus Group Discussion) secara rutin,” kata Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Emi Emilia dilansir tempo.co.

Meskipun pemilihan ketua yang dilakukan secara terbuka bukanlah hal yang lazim dilakukan di China, para dosen Bahasa Indonesia yang kebanyakan warga setempat sudah familiar dengan iklim demokrasi di Indonesia.

Para dosen tersebut rata-rata telah mengenyam pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, baik strata 2 maupun strata 3, di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Sebab itu, mereka tidak alergi dengan metode pemilihan yang dipandu secara langsung oleh Atdik. Disaksikan pula Kepala PPSDK serta jajaran diplomat dari beberapa kantor perwakilan RI di Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Hong Kong.

Awalnya Atdik meminta tiga perwakilan dosen Bahasa Indonesia dari Beijing, Shanghai, dan Guangzhou berdiri memperkenalkan diri serta menyatakan kesediaannya yang mirip dengan kampanye.

Dari dua putaran pilihan terbuka, perwakilan dari Beijing terpilih sebagai ketua APBIPA, sedangkan perwakilan Guangzhou dan Shanghai, masing-masing sebagai sekretaris dan bendahara. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?