Suasana saat para srikandi SMKN 2 Kota Magelang mengikuti ekstrakurikuler Cosspala di alam. | foto : Tim Jurnalistik Skanida

Advertorial Opini

Merdeka Ala Milenial


Siedoo, Euforia menyambut kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 sudah terlihat di mana-mana, baik itu di kota maupun pedesaan. Ada berbagai atribut yang digunakan untuk menandai bahwa ini adalah bulan Agustus, di mana rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Merdeka dari penjajahan dan penindasan bangsa asing.

Untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia ada berbagai cara dan acara yang diselenggarakan oleh masing-masing daerah. Sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku di daerah tersebut. Misalnya ada lomba panjat pinang, lomba masak bagi para bapak, ataupun lomba makan krupuk bagi anak-anak.

Itu semua sebagai perwujudan rasa senang, karena bangsa ini telah menikmati kemerdekaannya, dengan tanpa melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah merelakan nyawanya demi mencapai kemerdekaan ini. Maka, semua kegiatan dalam rangka menyambut dan memperingati hari kemerdekaan itu akan diakhiri dengan malam tirakatan.

Selama kegiatan tersebut kita diajak untuk mengenang dan mendoakan jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.

Kami kaum milenial SMK Negeri 2 Magelang, Jawa Tengah punya cara tersendiri untuk mengenang dan mengartikan makna kebebasan yang telah diberikan oleh para pejuang kemerdekaan. Bebas menurut kami adalah bebas dalam memilih dan menentukan arah hidup.

Salah satu bentuk kebebasan yang kami lakukan adalah bebas dalam memilih ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Kami, warga SMK Negeri 2 Kota Magelang yang mayoritas adalah kaum hawa, memilih ekstrakurikuler ‘Cosspala’ (pecinta alam), yang notabene ekstrakulikuler ini umumnya diikuti oleh kaum adam.

Namun, tidak demikian di sekolah kami. Para srikandi sekolah bebas untuk memilih dan mengikuti ekstrakulikuler yang menurut kami baik. Maka, setiap kami mengadakan kegiatan pendakian gunung, mayoritas pesertanya adalah kaum hawa.

Inti dari kegaiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan pada kaum milenial akan anugerah ciptaan Tuhan. Dalam kegiatan ini, kebiasaan yang dilakukan yaitu kami diharuskan membawa kantong plastik untuk mengambil setiap sampah yang dijumpai dalam perjalanan.

Dengan demikian, kami juga dilatih untuk bertanggungjawab menjaga kebersihan alam. Itulah bentuk kebebasan yang kami rasakan dan wujudkan dengan penuh tanggung jawab. (*)

 

 

*Tim Jurnalistik Skanida,

SMK N 2 Kota Magelang, Jawa Tengah 

Apa Tanggapan Anda ?