Nasional Tokoh

Kunjungi Berbagai Sekolah, Mengilhami Mahasiswi UNY Terbitkan Buku Anak

Siedoo, Della Naradika, mahasiswi semester 6 pendidikan seni rupa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan buku dengan tajuk Gambar Anak dan Kisah-Kisahnya di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemdikbud, Jakarta. Peluncuran buku tersebut digelar pada hari ketiga, dalam rangkaian agenda Festival Literasi Sekolah (FLS) yang dibuka langsung Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy.

Tulisan tersebut dilandasi Della pada bacaannya selama ini. Yaitu hasil penelitian dalam bentuk kajian literatur atas buku seni rupa, psikologi, dan pendidikan, serta pengalaman langsung yang ia dapatkan.

“Misalnya dari hasil penelitian, saya mendalami hubungan pemilihan warna dengan keahlian desain, hubungan gambar dengan matematika, mengapa di Indonesia banyak koruptor, kenapa anak suka berantem, kaitan menggambar menggunakan penggaris dengan mental seseorang, dan lainnya. Semua berbasis theory dan best practice,” kata Della.

Della mengatakan bahwa tujuan gaya penulisan yang sederhana ini supaya pembaca lebih mudah memahami, dan tidak gampang bosan. Apalagi buku ini sasaran utamanya adalah orang tua.

“Artinya buku ini hasil riset, tapi diolah menjadi tulisan gaya populer. Bacaan ringan untuk orang tua, yang penting dapat memberi pengetahuan,” jelas Della.

Ia mengungkapkan bahwa, terdapat gambar yang tidak asing, dua gunung diiringi matahari menyembul di tengahnya. Ilustrasi tersebut dianggap masyarakat sudah sangat pasaran. Bahkan biasa diremehkan maupun menjadi bahan lelucon.

Padahal dibalik gambar tersebut, ada banyak hal yang ingin disampaikan oleh anak. Karena menggambar bukan sekedar corat-coret dan menumpahkan warna.

Tapi juga fungsi kompleks dalam otak dan emosi anak. Termasuk cerminan dari kehidupan sosial yang mereka peroleh. Itu juga salah satu intisari hasil penelitian Della yang kemudian dibukukan dengan tajuk Gambar Anak dan Kisah-Kisahnya.

Sementara mengenai proses kreatif, sebenarnya Della sudah sejak lama mengamati gambar anak. Namun baru ia seriusi dengan langkah menghasilkan tulisan, baru ia mulai sejak bergabung dengan Sahabat Gorga, sebuah komunitas yang bergiat dalam literasi anak.

Kegiatan komunitas yang berpindah-pindah mengunjungi sekolah di DIY mengilhaminya untuk melakukan analisis lebih lanjut.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Kementerian. Dalam festival dan peluncuran buku ini, ia ingin menekankan pentingnya pengetahuan orang tua tentang anak agar dapat menghadirkan pendidikan terbaik.

Walaupun menjadi salah satu peneliti termuda, bukan berarti kualitas tulisan Della kalah dengan para peneliti lain yang lebih senior. Sebanyak 12 esai Della dalam buku ini ditulis dengan gaya prosaik atau bercerita dan sederhana. Sehingga, tidak seperti tulisan ilmiah dan nyaman dibaca.

Dengan dipublikasikannya buku ini, Della berharap bukunya dapat dijadikan media pembelajaran bagi orang tua. Karena belajar bukan hanya kewajiban anak muda saja, tapi semua insan sepanjang hayat.

Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy saat menghadiri acara Festival Literasi Sekolah. | foto : Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud

“Orang tua dengan belajar, maka dapat mendidik anaknya dengan baik. Buku ini juga bisa jadi media pembelajaran di Pendidikan Seni Rupa, untuk kajian keilmuan lebih lanjut dan agar teman-teman mahasiswa ikut tergerak menulis dan berliterasi,” urainya.

Mendapat Apresiasi Menteri

FLS pada tahun ini merupakan kali ketiga agenda serupa digelar. Della disebut Muhadjir, menjadi salah satu dari sekitar 1.750 peserta FLS. Kebanyakan peserta merupakan siswa SD hingga SMK yang berlaga dalam 25 mata lomba.

Sedangkan untuk peluncuran buku bertema anak-anak, hanya tiga peneliti yang memperoleh kesempatan. Della selaku mahasiswi semester 6 pendidikan seni rupa UNY menjadi salah satu yang termuda.

Lomba untuk SD sampai SMK, ada 704 siswa, dan 25 mata lomba mulai dari lomba cerpen sampai komik. Kebanyakan pemateri panel para dosen LPTK bahkan profesor.

"Jadi patut diapresiasi ada juga mahasiswa LPTK menjadi presenter,” tandas Muhadjir menanggapi peluncuran buku Della di sela-sela kunjungannya berkeliling FLS. (*) 

Apa Tanggapan Anda ?