Nasional

Pusiba Siapkan Pelajar Indonesia Menjadi Mahasiswa Al Azhar

JAKARTA - Pusat Bahasa Arab (Pusiba) bentukan alumni Al Azhar asal Indonesia bakal segera diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddi akhir Juli 2019. Pusiba berkantor pusat di Pondok Pesantren As Syafiiyah, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Kelahirannya menjadi pusat studi Islam untuk menyiapkan para pelajar Indonesia untuk menjadi mahasiswa Al Azhar.

"Pak Menteri sudah membicarakan dengan Grand Syekh saat berkunjung ke Mesir. Kita ikatan alumni sudah membicarakannya bahwa kesiapan bahasa dilakukan di Indonesia," kata Ketua Alumni Al Azhar Indonesia, TGB Zainul Majdi dilansir dari kemenag.go.id.

Diterangkannya, saat bersilaturahim dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (23/7/2019), Fokus Pusiba lebih pada penguatan kemampuan bahasa Arab.

Dikatakannya, Pusiba juga akan memberikan penguatan kepada pelajar Indonesia tentang Islam moderat yang rahmatan lil alamin. Hal ini sejalan dengan pesan Grand Syekh AL Azhar, agar para alumni ikut aktif memperkuat moderasi Islam.

Kepada Menag, TGB Zainul Majdi juga menyampaikan harapannya agar bisa bermitra dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam ikut memperkuat pemahaman Islam moderat bagi mayarakat.

"Kami siap, dengan sumber daya yang ada, sebagai mitra atau training terkait wasathiyah," ujar TGB Zainul Majdi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik pembentukan Pusiba. Menag teringat saat berkunjung ke Mesir dan bertemu Grand Syekh, dia sempat mendiskusikan masalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar.

"Terimakasih atas dukungan Al Azhar yang terus membina mahasiswa Indonesia. Kemenag mendukung program Pusiba, apalagi standar kurikulumnya juga mendapat bimbingan dari Al Azhar," lanjutnya.

Terkait moderasi beragama, Menag berharap hal itu dapat terus digaungkan. Kemenag dalam beberapa tahun terakhir terus menggerakan pemahaman moderasi beragama melalui sejumlah lembaga pendidikan keagamaan yang ada.

Menurut Menag, ada dua prioritas penanaman nilai-nilai moderasi beragama, yaitu: para pendidik dan ASN Kementerian/Lembaga.

Kemenag mendorong Pusiba untuk bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga lainnya dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami menyambut baik hal ini, dan siap bekerjasama," tegasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?