Ilustrasi Olimpiade Kimia. (sumber: keshet media group)

Internasional

Puluhan Pelajar Indonesia Berkompetisi di Tiga Ajang Internasional

DPRD Kota Magelang

JAKARTA – Pelajar Indonesia bertarung dalam ajang bergengsi tingkat internasional. Ada tiga ajang yang diikuti. Yakni, International Chemistry Olympiad (IChO) atau olimpiade kimia internasional berlangsung pada 21 - 30 Juli di Paris.

Lalu International Economic Olympiad (IEO) atau olimpiade ekonomi internasional 23 Juli - 1 Agustus di Rusia. Kemudian dari bidang penelitian mengikuti ASPC (ASEAN Student Science Project Competition) ke-5 pada 21-27 Juli 2019 di Thailand. Mereka telah diberangkatkan akhir pekan kemarin.

Yang berangkat mewakili Indonesia di IChO ke-51adalah Bakuh Danang Setyo Budi (SMA Semesta BBS Semarang), Bayu Dwiputra (SMAN 2 Tangsel), Winston Cahya (SMAK 2 Petra Surabaya), dan Jessica Mary Listijo (SMA Penabur Gading Serpong).

Sedangkan IEO diikuti Hanan Tsabitah (SMAN 2 Depok), Owen Lim ( SMAK Penabur Gading Serpong), Muh. Ghithrif GP (SMAN Nasima Semarang), Gabriella Caryn Nanda (SMAN 68 Jakarta), dan Rayhan Ali Rachman (MAN Insan Cendekia Serpong).

Mereka adalah siswa-siswi terbaik hasil seleksi dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang.

Para siswa kemudian diseleksi selama delapan minggu oleh para dosen dan pembina olimpiade dalam pelatnas (pelatihan nasional) bertahap yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta.

Yang mengikuti ASPC adalah Christianus Piguno Wardoyo (SMAN 1 Bantul, DIY), Dinadi Riska Tiarsono (SMAN 1 Rangkasbitung Banten), serta Nur Aziza dan Revi Anisatur Rosyidah (SMAN 2 Lamongan, Jatim).

Mereka merupakan para finalis dan juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 yang diadakan di Semarang

Bakuh Danang, perwakilan dari Tim IChO menuturkan, dirinya tidak memasang target yang terlalu tinggi.

“Pastinya kita di sini semua ingin dapat medali. Pastinya lakukan saja yang terbaik dan yakin kalau kita bisa,” katanya.

Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto memotivasi para pelajar agar melakukan yang terbaik, apapun hasilnya nanti.

“Berkompetisilah dengan tidak terlalu terbebani, doakan saja untuk hasil yang terbaik biar nanti tuhan yang akan menentukan. Semangat dan motivasi untuk menjadi yang terbaik harus kalian tanamkan. Anggap saja mereka sama dengan kita, bahkan kita bisa lebih dari mereka,” katanya.

Ia berharap agar mereka terus memupuk mental, tidak perlu minder atau down saat mengerjakan soal. Yakinkan Indonesia bisa.

“Selamat berlaga, pulang dalam keadaan sehat, dan bawa medali," tuturnya.

Kepala Pelatih Tim Indonesia untuk IChO 2019, Riwandi, mengatakan penentuan siswa yang akan berangkat mempertimbangkan faktor kompetensi, keterampilan praktikum, dan tes psikologi untuk melihat kestabilan mental, fisik, dan juang siswa menghadapi persoalan.

“Program pelatihan yang dilakukan sesuai dengan materi silabus teori dan praktik IChO 2019 yang disusun Committe IChO ke-51. Bahkan, materi tersebut belum pernah diberikan pada siswa tingkat SMA di Indonesia,” ujar Riwandi.

Ketua Pelatih Tim Indonesia untuk IEO 2019, Widji Purwanta mengatakan, kali ini kedua tim olimpiade ekonomi Indonesia berkompetisi di tingkat dunia.

“Kita siap menaklukkan Moskow untuk kedua kalinya,"katanya.

Widji mengatakan, para peserta akan diuji dengan beberapa materi. Seperti financial literacy, bussiness case, dan materi lain yang berkaitan dengan isu-isu ekonomi dunia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang