SMA Mutual Kota Magelang

Pembukaan LKS di Yogyakarta. (foto: kemendikbud.go.id)

Daerah Kegiatan

759 Siswa SMK Unjuk Gigi dalam LKS 2019 di Yogyakarta


YOGYAKARTA – Setelah menjadi tuan rumah gelar Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP, Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah untuk ajang kompetisi siswa. Kali ini menjadi tempat Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2019, 8 – 11 Juli 2019. Kesempatan ini menjadi tempat bagi 759 siswa SMK dari 34 provinsi untuk unjuk kemampuan di 32 bidang pekerjaan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi menyampaikan ajang tahunan ini bukan sekadar panggung perlombaan, tetapi juga ajang menampilkan keahlian peserta yang menggambarkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“LKS adalah kesempatan untuk menampilkan prestasi siswa di bidang keahlian masing-masing, serta sebagai ajang untuk menggambarkan peningkatan kualitas SMK di Indonesia,” tutur Didik.

Selain itu terkait peningkatan kualitas pendidikan vokasi, Didik juga menyampaikan tentang perlunya evaluasi sebagai upaya untuk menyesuaikan keahlian dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang ada saat ini. Karena menurutnya jurusan SMK baiknya harus relevan dengan dunia kerja.

“Jurusan SMK harus diselaraskan dengan dunia kerja, harus ada kesinambungan antara lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.

Kemudian di kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan, masih ada anggapan penguasaan teknologi siswa lulusan SMK masih lemah.

“Padahal pada bulan November tahun 2018 lalu, ada perwakilan siswa SMK Indonesia di ajang lomba tingkat Asia yang memenangkan tiga medali emas dan enam medali perak,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan bagi para pemenang nantinya agar terus mengasah kemampuan agar bisa bersaing di tingkat internasional.

“Banyak anak Indonesia yang jenius di bidang manufaktur dan teknologi informasi yang merupakan bibit-bibit yang dimiliki oleh negara,” sambungnya.

Baca Juga :  Rektor ITB : Tiga Komponen Indeks Pembangunan Manusia

Selain perlombaan, dalam rangkaian acaranya, ada pula workshop industri dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Tujuannya, untuk mengenalkan anak muda Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital, strategi dalam memasarkan produk SMK di era revolusi industri 4.0.

Selain itu juga ada job matching untuk memberikan peluang dan menambah wawasan kepada lulusan SMK untuk berinteraksi dengan dunia industri dan usaha yang memerlukan tenaga kerja.

Lomba, selain melibatkan ratusan siswa SMK, juga ada 116 orang juri yang terdiri dari pihak yang kompeten di bidangnya. Untuk lokasinya akan berpusat di Jogja Expo Centre (JEC), SMK Negeri 6 Yogyakarta, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Hotel Grand Dafam Yogyakarta. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?