Nasional

Ada Jual Beli Kursi Sekolah, Mendikbud akan Perangi

JAKARTA - Selama ada kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jangan harap Indonesia akan maju. Demikian ditandaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

“Pokoknya selama kecurangan itu dibiarkan tumbuh di sektor pendidikan, jangan berharap Indonesia maju. Maka tugas saya pertama perangi itu," ujar Muhadjir dilansir dari detik.com.

Di antara kecurangannya adalah jual beli kursi di bangku sekolah. Ia tidak akan membiarkan praktik tersebut tumbuh dalam PPDB. Muhadjir menegaskan tugas utamanya untuk memerangi praktik kotor tersebut.

"Saya bukannya tidak tahu ada yang jual-beli kursi. Pejabat-pejabat menitipkan anaknya, padahal udah ditutup, tapi kemudian dibuka lagi untuk kelas baru. Udahlah, dan itu harus kita ubah,” jelasnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Malang, Jawa Timur ini mengatakan pelaku yang terlibat praktik jual-beli kursi harus ditindak tegas. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

"Pokoknya harus tindak tegas. Kalau itu pidana biarkan diselesaikan oleh daerah, yang penting ada penegak hukum. Kalo pidana itu ada UU-nya, penegakan disiplin. Tergantung kita lihat kasusnya," katanya.

Melansir dari medcom.id, Ombudsman RI (ORI) menemukan terjadinya kecurangan praktik jual beli kursi di PPDB 2019. Praktik curang itu terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Anggota ORI, Ahmad Suaedy enggan memberitakan sekolah yang diduga terlibat praktik curang tersebut. Ia hanya mengingatkan, agar sekolah yang bersangkutan mengembalikan uang dari hasil praktik kotor itu.

“Kita kan menindak bukan untuk diungkapkan melainkan untuk diselesaikan. Kalau ada yang seperti itu, main uang, kami sebisa mungkin akan ditangani untuk dikembalikan,” kata Suaedy.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku akan terus menjaga kualitas layanan PPDB, khususnya untuk SMA dan SMK negeri yang dilakukan secara online.

"Alhamdulillah, tahun lalu secara umum layanan PPDB online ini sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, penyempurnaan juga terus dilakukan agar tahun ini makin baik," katanya melansir dari jateng.siap-ppdb.com.

Dinyatakan, telah membuktikan dan meyakinkan bahwa melalui layanan ini akan memudahkan calon peserta didik baru melakukan pendaftaran, serta memberikan kepastian dan jaminan bahwa proses PPDB berjalan secara objektif, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif.

"Saya pastikan, Jateng akan terus memberikan layanan penyelenggaraan PPDB online sebaik-baiknya. Namun demikian, masyarakat pun hendaknya juga dapat ikut mendukung keberhasilan penyelenggaraan PPDB tersebut sebagai bentuk partisipasi untuk kemajuan pendidikan di Jawa tengah," paparnya.

Ganjar juga merasakan bahwa dukungan masyarakat telah mampu menjadi sumber inspirasi dan peningkatan motivasi bagi segenap insan pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan menuju mutu pendidikan yang makin baik.

"Dan saya yakin, dengan pendidikan yang maju, dan kualitas SDM yang unggul, maka hari depan kita akan makin cerah menuju terwujudnya kehidupan masyarakat Jawa Tengah yang makin maju dan sejahtera," tutupnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?