Nasional

Selain TNI, Kemendikbud Gandeng BNN dalam PLS

JAKARTA - Tahap seleksi peserta didik baru di beberapa sekolah telah dilaksanakan. Kini mereka menunggu untuk masuk hari pertama sekolah. Di awal masuk biasanya diadakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Selain menggandeng TNI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) dalam mengisinya mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk ikut serta kegiatan PLS di tahun ajaran baru. Tujuannya agar pelajar mengenal dan bisa terhindar dari bahaya narkoba.

"Kami meminta dukungan kepada BNN untuk memanfaatkan pengenalan sekolah dengan tujuan untuk menggembleng mental para siswa baru sehingga memiliki imunitas pada bahaya narkoba," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dilansir dari jakarta.tribunnews.com.

Mendikbud mengintruksikan seluruh kepala Dinas Pendidikan di tingkat kota dan kabupaten agar segera berkoordinasi dengan BNN di masing-masing wilayah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

BNN pusat memerintahkan BNN di daerah untuk meningkatkan sinergi dan merealisasikan program antinarkoba dalam momentum PLS dengan dinas pendidikan setempat.

BNN berharap kegiatan antinarkoba tidak hanya ada di PLS. Namun, di dalam kurikulum. BNN juga sudah membuat buku untuk mendukung antinarkoba masuk dalam kurikulum.

"Kami harapkan modul ini dapat dimasukkan ke dalam mulok (muatan lokal) di kurikulum. Terutama (dimanfaatkan) oleh dinas-dinas di kabupaten, kota, dan provinsi," jelas Kepala BNN, Heru Winarko dikutip dari indonews.id

Buku yang diberikan oleh BNN sudah diterima dan disebarkan ke sekolah-sekolah. Selain bekerja sama dengan BNN, kemendikbud juga mengajak TNI dalam kegiatan PLS.

Pembinaan bersama TNI akan berfokus pada pembentukan karakter nasionalisme siswa dengan menteri mengacu pada kemendikbud.

Jenjang pendidikan yang akan melaksanakan PLS dengan TNI yaitu dari SD hingga SMA/SMK. TNI dilibatkan karena infrastruktur dan sumber daya manusia yang tersebar hingga pelosok negeri. Untuk daerah perbatasan juga tidak ada masalah karena TNI di perbatasan juga ada.

"Pembinaan karakter di wilayah perbatasan tidak memiliki kesulitan karena adanya personel diseluruh tanah air, dengan pembinaan paling ringan misalnya pelajaran baris berbaris dan upacara bendera," katanya Penglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melansir dari pikiran-rakyat.com

Ada penanaman cinta tanah air dan bela negara, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan siswa," tambahnya.

TNI yang digunakan adalah TNI yang sudah dilatih Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. TNI akan membantu para siswa memiliki self defence atas paham yang dapat mempengaruhi keutuhan NKRI. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?