Daerah

Tahun 2020, Riau Bakal Gratiskan Sekolah untuk Siswa SMA/SMK

Siedoo, Biaya sekolah yang semakin tahun terus naik membuat para orang tua peserta didik terbebani. Sehingga ada beberapa orang tua yang tidak mensekolahkan anaknya hingga jenjang SMA sederajat. Karena permasalahan di atas, beberapa pemerintah daerah mengajukan subsidi agar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis atau diringankan.

Tahun 2020 di Provinsi Riau sekolah gratis untuk SMA/SMK. Anggaran untuk sekolah gratis diusulkan tahun ini. Hal ini sejalan dengan peraturan daerah yaitu wajib belajar 12 tahun untuk memastikan anak SLTP mendapat pendidikan SMA/SMK/MA masih digodok di DPRD Riau.

"Untuk anggarannya masih disusun di Bappeda. Dengan begitu maka sekolah gratis SMA/SMK insyaallah bisa dilaksanakan tahun depan, bukan tahun ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan Riau, Rudyanto dilansir dari harianriau.co.

Namun Rudyanto mengatakan, untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini tidak ada dipungut biaya atau gratis.

"Kalau PPBD ini memang tak ada pungutan biaya. Ini juga sudah ditegaskan pak Gubernur kalau ada sekolah yang melakukan pungutan pada saat PPBD agar ditindak tegas," ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menyiapkan alokasi anggaran bantuan hibah untuk subsidi biaya SPP SMA/SMK. Jumlah sumbangan yang diajukan berjumlah Rp 63 miliar. Selain dari pemerintah provinsi, pemerintah kota juga akan meberikan bantuan sehingga sekolah akan gratis.

"Pemprov Jabar kan kasih subsidi biaya sekolah, kita juga rencana berikan bantuan subsidi juga. Jadi, jika sudah ada kesepakatan, biaya SMA/SMK gratis," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, melansir dari wartakota.tribunnews.com

Karena belum ada MoU atau perjanjian maka kemungkinan besar tahun ini belum dapat terealisasi. Jika tahun ini pemerintah provinsi dan pemerintah kota setempat sudah melakukan perjanjian dan disetujui bantuannya maka dapat terealisasi tahun ini.

Selain Kota Bekasi, Jawa Timur juga tidak mau kalah. Bukan hanya SPP yang gratis, namun memberikan seragam gratis pada peserta didik baru di SMA/SMK negeri dan swasta.

Tahun ajaran 2019/2020 SMA/SMK Jawa Timur bebas dari biaya SPP. Jika sekolah negeri bebas, berbeda dengan sekolah swasta, yang mendapatkan subsidi untuk SPP dengan nilai bantuan yang berbeda setiap sekolahnya.

Jika besaran subsidi kurang dari biaya SPP maka biaya dibebankan ke orang tua peserta didik. Jika biaya subsidi lebih dari biaya SPP maka dapat digunakan untuk memperbaiki mutu sekolah.

"Ada sekolah yang belum full subsidinya, ada juga yang jumlah subsidimya melebihi biaya SPP yang dibebankan sebelumnya. Harapannya selisih dana yang berlebih itu bisa digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan disana," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dikutip dari kumparan.com. (*)

Apa Tanggapan Anda ?