Daerah

Nuansa Religius Selimuti Wisata Dakwah ‘Aisyiah se-Eks Kedu

MAGELANG – Wisata Dakwah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Eks Karesidenan Kedu yang ke-40 digelar di Stadion dr. H. Moch Soebroto Jl. Purwomukti Bar. III, Kramat Selalatan, Pedurungan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam perserikatan Aisyiyah Muhammadiyah, kegiatan 1 tahun 1 kali ini menjadi tradisi yang baik dan merupakan bagian daripada pelaksanakan dari ajaran Alquran. Seperti halnya silaturahim dan harus dilestarikan bersama.

Sekitar 16 ribu orang dari wilayah se-Eks Kedu (Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen) hadir memadati stadion yang diresmikan pada 24 Februari 2015 oleh Walikota Ir. H. Sigit Widyonindito itu.

“Saya menyambut gembira diselenggarakannya kegiatan ini, yang diharapkan dapat memperkuat nuansa religius di tengah-tengah tatanan kehidupan masyarakat. Maka pada kesempatan yang baik ini atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Magelang, saya menyampaikan apresiasi kepada Aisyiyah atas segala daya dan upayanya,” kata sambutan Walikota Magelang yang dibacakan  Sumartono, S.E., M.M. Inspektur Inspektorat Kota Magelang.

Aisyiyah sebagai organisasi perempuan telah berkontribusi dalam memajukan perempuan Indonesia di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, kesejahteraan sosial, penyadaran hukum, pendidikan politik dan pemberdayaan perempuan.

“Hari ini kita berwisata dakwah dan juga kegiatan ini bertepatan memperingati Milad Aisyiyah yang ke 104 untuk kalender Hijriyah dan 102 untuk kalender Miladiyah. Jadi, sekaligus juga kita memperingati umur Aisyiyah yang sudah melintas 1 abad,” kata Dr. Hj. Ummul Baroroh, M. Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah.

Diterangkan bahwa, setelah melampaui 104 tahun Aisyiyah, sekarang bisa berjaya mempunyai amal usaha yang banyak sekali. Ada lebih kurang 3.000 TK ABA, 48 Panti Asuhan, 11 Sekolah Dasar, 7 Rumah Sakit yang besar dan 50 Klinik yang dikelola Aisyiyah di lingkup Jawa Tengah.

Mengingat tujuan Aisyiyah yaitu menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tentu saja hal itu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Salah satu program Aisyiyah adalah menciptakan keluarga sakinah yang menjadi dambaan semua orang. Karena itulah di era informasi, teknologi dan globalisasi yang luar biasa ini, kita harus memperkuat ketahanan keluarga kita,” tuturnya.

Hal itu disebabkan karena tantangan dalam keluarga tidaklah sedikit, tapi semakin kompleks. Dilihat dari angka perceraian keluarga di Jawa Tengah cukup tinggi, berarti ketahanan kaluarga itu perlu dipertanyakan.

“Dalam keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah akan terdidik putra - putri yang Insha Allah soleh dan solehah, yang itu bisa meneruskan estafet tongkat dakwah kita, dan mengisi negeri ini menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tegasnya.

Aisyiah mempunyai beberapa pilar dalam perserikatannya dengan Muhammadiyah antara lain, pilar dakwah, pilar pendidikan dengan mendirikan banyak sekolah, pilar kesehatan dengan mendirikan rumah sakit, pilar kesejahteraan dengan mendirikan panti asuhan dan rumah sosial dan pilar ekonomi.

“Marilah kita mulai perluas dakwah kita dengan jihad ekonomi. Artinya dalam era pasar bebas ini Aisyiyah juga harus berperan dalam kancah ekonomi dengan pemberdayaan perempuan, pelatihan dan memperbesar UMKM di Aisyiyah yang sudah ada,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, terdapat 63 stand  untuk berjualan berbagai macam barang dagangan seperti kuliner dan pakaian. Hal tersebut diperuntukkan untuk umum dan UMKM Aisyiyah. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?