Prodi baru di Magelang. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar Magelang menggelar acara launcing Program Studi Ilmu Komunikasi dan Seminar “Generasi Digital, Kreatif dan Inovatif”.

Daerah Featured

Komunikasi, Kunci Keberhasilan dalam Berbagai Bidang


MAGELANG – Bagi calon mahasiswa yang senang di bidang komunikasi, tidak usah jauh-jauh kuliah di Jogjakarta dan Semarang. Di Magelang, Jawa Tengah kini muncul program studi baru, Ilmu Komunikasi. Prodi ini dibuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin mendalami ilmu pengetahuan tentang komunikasi.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar Magelang menggelar acara launcing Program Studi Ilmu Komunikasi dan Seminar “Generasi Digital, Kreatif dan Inovatif”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Untidar dihadiri jajaran pimpinan universitas, perwakilan Gubernur Akmil, Pemkot Magelang, Kepala SMA dan SMK se-Kota Magelang. Serta, beberapa divisi humas intansi di wilayah Kota Magelang.

“Sebagai prodi baru, dosen dan mahasiswa tidak perlu berkecil hati. Namun harus optimis agar dikemudian hari menghasilkan lulusan yang berprestasi dan mendapatkan akreditasi yang baik pula,” kata Dekan FISIP Untidar Samodra Wibawa.

Akreditasi program studi merupakan hal yang dipertimbangkan ketika mahasiswa nanti telah lulus dan mencari pekerjaan. Pada tahun pertama pembukaan ini, total dosen Prodi Ilmu Komunikasi adalah 6 dosen. Untuk peserta didik sebanyak 42 mahasiswa. Walaupun baru di-launching namun kegiatan perkuliahan telah dimulai 4 September 2017 lalu.

“Harapannya dalam kurun waktu 2 tahun ini, Prodi Ilmu Komunikasi mampu mendapatkan akreditasi A atau minimal mendapatkan akreditasi B ‘gemuk’,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, salah satu narasumber seminar Ketua Perhimpunan Humas Indonesia (Perhumas) Yogyakarta Daru Wibowo menekankan bahwa komunikasi adalah “kunci” keberhasilan dalam berbagai bidang. Di era digital seperti sekarang ini, ketika beberapa produk memiliki kualitas yang sama, maka yang menjadi penentu laku atau tidaknya produk tersebut dari cara mengkomunikasikannya kepada konsumen.

Konsumen tidak lagi hanya melihat kualitas produk. Tetapi, juga image dari produk tersebut.

“Perilaku konsumsi media digital yang meningkat setiap harinya, harusnya mampu dimanfaatkan untuk menaikkan image produk yang nantinya berbanding lurus dengan penjualannya,” jelasnya.

Selain Daru, CEO www.goodnewsfromindonesia.com, Wahyu Aji juga turut berbagi seputar jurnalisme digital. Di tengah menjamurnya generasi “sharing”, dengan mudahnya menyebarkan berita/konten yang menurut mereka menarik. Tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi atau menelaah kembali isi konten tersebut rentan terhadap penyebaran berita hoax.

Informasi positif, konten yang bagus serta penyebaran berita/sharing merupakan poin penting dalam jurnalisme digital. Kemudahan sharing merupakan keuntungan penyebaran berita, namun sekaligus ancaman dalam mudahnya penyebaran hoax.

Apa Tanggapan Anda ?