PENGABDIAN. Salah satu aktivitas pengabdian kepada masyarakat Tim Dosen Untidar. (foto: ist)
Siedoo.com - PENGABDIAN. Salah satu aktivitas pengabdian kepada masyarakat Tim Dosen Untidar. (foto: ist)
Daerah

Tim Dosen Untidar Beri Pelatihan Life Skill bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

MAGELANG, siedoo.com – Tim dosen Universitas Tidar (Untidar) memberikan pelatihan life skill melalui program “TeMan” (Terampil dan Mandiri) bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dilaksanakan di dua sekolah mitra. Yaitu, SLB-C YPPALB Kota Magelang dan SLB Ma’arif Kabupaten Magelang Kecamatan Muntilan.

———

Kegiatan tersebut menjadi salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni, pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan suatu keterampilan atau pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan diketuai Ferisa Prasetyaning Utami.,S.Pd.,M.Pd serta anggota dari dosen Harsi Admawati, M.Pd dan anggota mahasiswa Niken Dwi Pratiwi dan Izma Fatimatul Azizah dari program studi Pendidikan Biologi serta Muhamad Ardi dari program studi Pendidikan IPA.

Kegiatan dilakukan pada Juni 2023 di SLB-C YPPALB Kota Magelang dan Agustus 2023 di SLB Ma’arif Muntilan.

Ferisa mengatakan anak berkebutuhan khusus perlu dibekali porsi keterampilan atau skill yang lebih banyak agar ketika sudah lulus dari sekolah dapat berkarya secara mandiri.

“Kegiatan pelatihan life skill program “TeMan” ini terdiri dari dua kegiatan besar yaitu pelatihan kreativitas dan pelatihan emosi,” jelasnya.

Pada pelatihan kreativitas anak-anak dilatih untuk pot painting atau melukis pot dan bertanam dengan teknik vertikultur. Kegiatan berkebun dan bertanam ini mendukung pengembangan keterampilan motorik halus dan peduli lingkungan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Selanjutnya pada pelatihan emosi, siswa diajarkan cara mengikat tali sepatu, mengenali dan mengidentifikasikan emosi pada kehidupan sehari-hari, serta memperagakan ekspresi emosi,” tambahnya.

Pelatian emosi ini bertujuan untuk mengembangkan kepekaan emosi pada anak ketika berinteraksi sosial.

“Mereka tidak hanya kami bekali tentang skill bertanam saja tetapi juga cara bagaimana berinteraksi dan mengelola emosi” ujar Ferisa.

Kegiatan bertanam menggunakan metode vertikultur. Yaitu, sistem budidaya tanaman dengan media vertikal sehingga dapat memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam.

Baca Juga :  Komunitas Bungkus Kehidupan, Wujud Rasa Kemanusiaan dari Untidar

“Melalui pelatihan life-skill ini, anak-anak diharapkan dapat memanfaatkan lahan di sekitarnya untuk budidaya sayur sebagai upaya melatih kemandirian” tutur Harsi Admawati.

SLB-C YPPALB sangat menyambut baik adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan bersedia bekerjasama pada program selanjutnya.

“Harapannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan manfaat dan bekal bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan kreativitas dan kemandiriannya,” ujar Fitnatul Khikmah.,S.Pd.,Gr selaku wakil kepala sekolah SLB-C YPPALB.

Selanjutnya, SLB Ma’arif Muntilan juga sangat terbuka untuk bekerjasama dalam program pengabdian kepada masyarakat ini.

“Pemberian pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat berkarya secara mandiri di masa depan, ” ujar Rani Widyaningsih selaku guru SLB Ma’arif Muntilan. (rilis/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?