Kepala Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof. Ravik Karsidi. (foto: News.okezone.com)

Nasional

Awas, Calon Mahasiswa Baru Harus Waspadai Akun Palsu SBMPTN


JAKARTA – Terkait dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan untuk tujuan negatif. Diketahui Pendaftaran SBMPTN telah dimulai Senin (10/6/2019) hingga dua pekan mendatang.

Untuk itu Kepala Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof. Ravik Karsidi mengimbau kepada masyarakat dalam SNMPTN. Terlebih bagi calon mahasiswa baru yang mendaftar agar waspada terhadap segala informasi mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN).

Seiring banyaknya perhatian masyarakat tertuju ke seleksi secara nasional penerimaan mahasiswa baru ini, beberapa pihak memanfaatkan untuk tindak kejahatan. Para calon mahasiswa baru diminta jeli terhadap segala sesuatu terkait pendaftaran yang sedang berlangsung.

Dalam kesempatan ini, banyak oknum tak bertanggung jawab membawa logo Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), SBMPTN, bahkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Tujuan oknum-oknum untuk mempromosikan kegiatan atau usaha di akun media sosialnya.

Prof. Ravik menyatakan, tindakan penggunaan logo tersebut diduga perbuatan kriminal, bermotif penipuan. Sehingga masyarakat harus waspada terhadap akun palsu di media apa pun.

“LTMPT akan menuntut dan memproses hukum jika selama 3 x 24 jam oknum-oknum tersebut masih menggunakan logo berkaitan SNMPTN, SBMPTN, dan LTMPT,” ujar Karsidi dilansir dari Kompas.com.

LTMPT dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sebagai pemilik atau pemegang hak cipta logo dimaksud. Maka, pihak-pihak yang menggunakan logo tanpa izin resmi dari keduanya, diperingatkan untuk menghentikan penggunaan logo dan menghapus dari laman atau media apapun.

“Oleh karena itu, masyarakat harus waspada terhadap segala informasi mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN,” tambahnya.

Jangan Unggah Nilai UTBK

Selain itu, dikutip dari laman Disdik.jabarprov.go.id, Rabu (11/6/2019), Prof. Ravik juga mengimbau peserta SBMPTN untuk tidak mengunggah hasil nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di media sosial. Baik dalam bentuk file ataupun cetak kepada pihak manapun selain untuk kepentingan pendaftaran SBMPTN atau seleksi masuk PTN.

Baca Juga :  Prakata Mendikbud dan Perincian Jumlah Peserta FLS2N

“Perlu diketahui, tim pelaksana LTMPT dan MRPTNI tidak pernah bekerja sama dengan pihak atau lembaga manapun berkaitan dengan pengolahan atau perankingan hasil nilai UTBK,” tandas Ravik.

Jadi harus diingat, setiap informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN hanya disampaikan melalui laman resmi LTMPT. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?