Ilustrasi. (sumber: beasiswa.id)

Internasional

Pelajar Indonesia Timur Tak Mau Kalah, Raih Beasiswa ke Amerika


Siedoo, Program beasiswa banyak dibuka namun persaingannya juga tak kalah beratnya. Para pelajar harus menyiapkan berbagai syarat-syarat yang harus diserahkan sesuai peraturan dari panitia beasiswa.

30 pelajar dari Indonesia Timur telah lolos mengikuti program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES). Para pelajar yang lolos akan bersekolah sekaligus mengikutu kegiatan-kegiatan yang telah dijadwalkan selama 10 bulan dan tinggal bersama keluarga Amerika.

Belakangan ini mereka melakukan wawancara visa dan pembekalan dari konsultan Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.

Semua biaya hidup dan pendidikan telah ditanggung program YES. Selain itu juga diberi uang saku sebanyak 125 USD per bulan.

YES diberikan oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat Amerika Serikat dengan negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Mereka juga dapat mempererat hubungan serta ajang mengenalkan budaya Amerika dan Indonesia. Beasiswa ini dibuka secara online.

Salah seorang penerima beasiswa memiliki motivasi untuk membuktikan kemampuan siswa siswi Indonesia Timur dapat belajar ke luar negeri. Dia adalah Petra.

“Biasanya orang-orang memandang daerah timur itu berbeda, jangankan di luar negeri, di Indonesia sendiri kadang masih seperti itu. Sehingga saya ingin membuktikan bahwa anak-anak dari timur juga bisa go international,” ungkap Petra yang berasal dari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilansir dari www.idntimes.com

Dari Amerika Serikat terdapat berita yang membuat bangga masyarakat dari Indonesia Timur. Seorang pelajar bernama Marike Agustun Tenawe berhasil mengalahkan pelajar dari negara lain.

Marike menyambet lulus juara umum pertama (valedictorian) di West Nottingham Academy (WNA) Colora Marylan Amerika Serikat. Bersama Marike terdapat 11 pelajar lain yang berasal dari Papua.

11 pelajar tersebut adalah Aprilia Burdam, Bone Atek, Pince Gombo, Elvine Mote, Vincensius Pekei, Vannar Krey, Valentine Talenggen, Ice Seleganu, Golda Wihyawari, Lia Weya, dan Memdison Wonda.

Baca Juga :  Biaya Pendidikan 20 Persen, Mestinya Lebih Maju

Tiga pelajar mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan, mereka adalah Marike (asal dari Mimika dengan IPK 4.00) diterima di University of Rhode Island jurusan Ocean Engginering, Vannar (asal Biak dengan IPK 3,71) jurusan Ocean Engginering, dan Golda asal Serui dengan jurusan Fishery Animal dan Veterany Science.

Sembilan pelajar lain diterima di tempat yang berbeda. Aprikia dan Ice diterima di Oregon State University. Prince, Lia, Valentine, dan Vinesius diterima di Washington State University. Mendison dan Bone diterima di Marshall University. Dan Elvine diterima di Universitas Tarumanegara.

12 pelajar ini dikirim oleh Pemprov Papua ke Amerika Serikat dengan beasiswa Otsus Papua. Mereka dikirim tahun 2016 dan selesai pendidikan tahun 2019.

“Kita semua dapat beasiswa yang sama dari beasiswa Otsus. Kami dikirim belajar ke Manadi selama 11 bulan krmudian dikirim ke USA tahun 2016 masuk sekolah di West Nottingham Academy dan baru sekarang lulus tahun 2019,” tandas Marike dilansir dari m.wartaplus.com.

Melansir dari kumparan.com, di Amerika juga ada program beasiswa Foreign Fulbright Student Program. Program beasiswa Fulbright memungkinkan mahasiswa pascasarjana, pekerja, dan seniman untuk belajar dan melakukan penelitian di Amerika Serikat.

Program beasiswa ini terdapat di lebih dari 155 negara di seluruh dunia. Laman resmi Fulbright menyebut, sekitar 4 ribu mahasiswa asing menerima beasiswa Fulbright setiap tahun. Program ini dikelola oleh Pemerintah AS. (*)

Apa Tanggapan Anda ?