Tokoh

Ciptakan Antiradang dari Cengkih, Mahasiswi Ini Juarai ICPPS di Tokyo

Siedoo, Desty Restia Rahmawati, mahasiswi Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta meraih Best Oral Presentation pada 4th ICPPS (4th International Conference on Pharmacy and Pharmaceutical Science), baru-baru ini. Kompetisi yang diikuti mahasiswa S1, S2, dan S3 serta profesional berasal dari 21 negara dan berlangsung di Global Front, Surugadai Campus, Meiji University, Tokyo, Jepang.

Desty mengaku sempat grogi dalam mempresentasikan hasil penelitiannya. Sebab, hampir seluruh peserta sudah lulus S1, sedangkan dirinya masih semester VI di UAD.

“Sempat minder setelah tahu pesertanya sebagian besar merupakan kandidat doktor, bahkan sudah ada yang doktor dan berkarya sebagai peneliti maupun dosen,” ungkap Desty dilansir Suara Merdeka, Selasa (7/5/2019).

Obat Antiradang

Dalam presentasinya, Desty Restia Rahmawati mengangkat judul ‘The Anti-Inflammatory Activity of Essential Oil of Clove (Syzigium aromaticum) in Absorption Base Ointment with Addition of Oleic Acid and Propylene Glycol as Enhancer.’ Penelitian ini menemukan obat untuk mengatasi peradangan.

Bahannya berasal dari minyak atsiri bunga cengkih. Anti oksidan diformulasikan dan terbukti zat aktif atsiri bunga cengkih bisa digunakan sebagai antiradang. Bentuknya salep. Ini meningkatkan penyerapan zat aktif ke dalam kulit.

Dilansir yogyapos.com, Desty menjelaskan eugenol senyawa alami yang terdapat dalam minyak atsiri bunga cengkeh sudah terbukti berkhasiat sebagai antiinflamasi. Diperlukan rancangan formulasi sediaan topikal untuk mendapatkan nilai flux, daya permeabilitas serta mempunyai karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan.

Untuk meningkatkan penetrasi eugenol menembus lapisan kulit, ditambahkan komponen enhancer propilen glikol dan asam oleat dalam formulasi emulgel.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai flux, daya permeabilitas, dan karakteristik fisik sediaan emulgel minyak atsiri bunga cengkih dengan penambahan enhancer propilen glikol dan asam oleat,” papar Desty dilansir mediamu.id.

Enhancer kombinasi propilen glikol dan asam oleat ditambahkan ke dalam formula yang dibuat untuk meningkatkan nilai flux. Serta daya permeabilitas emulgel minyak atsiri bunga cengkih.

Berkat Motivasi dan Bimbingan Dosen

Keberhasilan Desty tak lepas berkat dampingan dosen pembimbing Dr. Nining Sugihartini, M.Si, Apt, dan Kaprodi Farmasi Dr. Dwi Utami, M.Si, Apt. Serta Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni/Bimawa Dr. Dedi Pramono, dan Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa, Danang Sukandar, M.Pd.

Nining Sugihartini menjelaskan untuk menjalin mahasiswa berprestasi seperti Desty dilakukan sejak semester pertama. Selanjutnya, mahasiswa tersebut aktif di dalam PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa).

“Setelah ketemu, mereka kita kawal untuk diberikan pembimbingan,” kata Nining.

ICPPS 2019 mempertemukan para akademisi dan pakar industri inovatif di bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi seluruh dunia. Tujuannya, mempromosikan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi.

Selain itu, juga untuk pertukaran informasi ilmiah antara peneliti, pengembang, insinyur, mahasiswa, dan praktisi yang bekerja di Jepang dan luar negeri. Diketahui ICPPS 2019 diikuti lebih dari 180 peserta dari 21 negara di dunia. (*)

Apa Tanggapan Anda ?