Kegiatan

Demi Hasil Terbaik, Murid SD Ini Mondok di Sekolah Selama UN

MAGELANG – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi pelajar SD di seluruh Indonesia usai dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (22-24/4/2019) lalu. Termasuk di wilayah Kota Magelang, Jawa Tengah yang diikuti seluruh sekolah tingkat dasar dan sederajat.

Lepas dari hasil nilai dan kelulusan nanti, ada upaya ekstra dari pihak sekolah yang ingin nilai akhirnya meraih hasil terbaik. Seperti dilakukan SD Gelangan 1 Kota Magelang yang membuat program asrama bagi para muridnya selama USBN.

Para murid kelas 6 menginap di sekolah selama tiga hari penuh dengan pendampingan khusus dari guru. Seperti anak pondokan, mereka membawa serta barang-barang dan peralatan yang dibutuhkan selama mondok di sekolah.

Bukan tanpa tujuan sekolah di Kelurahan Gelangan ini membuat program asrama. Kepala SD Gelangan 1, Data Repelita Reta mengatakan, program asrama tercetus dari rasa kepedulian terhadap kondisi anak-anak muridnya.

“Belum genap satu tahun menjabat, saya datangi rumah anak-anak satu per satu untuk melihat kondisi riil keluarganya. Ternyata cukup memprihatinkan, banyak dari mereka yang tidak kondusif belajar di rumah dengan beragam faktor,” ujar Reta di kantornya dilansir dari suaramerdeka.com.

Dari hasil blusukannya itu, Reta terinspirasi untuk mengajak anak-anak belajar penuh di sekolah selama USBN. Idenya ini pun disampaikan ke guru, orang tua/wali, dan komite sekolah, Semua menyambut dengan baik dengan tujuan agar hasil USBN meningkat.

Akhirnya, selama tiga malam murid kelas 6 yang berjumlah 23 orang menginap di sekolah. Setiap malam mereka mendapat pendalaman materi sebanyak dua kali. Selain itu, mendapat pula pendalaman keimanan dengan tahajud dan shalat berjamaah di masjid.

“Pendalaman materi hanya dua kali, yakni pukul 16.30-17.30 WIB dan pukul 19.00-21.00 WIB. Dini hari kita tahajud bersama dan shalat subuh berjamaah di masjid dekat sekolah. Para guru piket giliran untuk mendampingi anak-anak belajar,” kata Reta.

Reta mengaku, program ini mendapat hasil positif dari para siswa. Siswa, katanya, lebih percaya diri dalam mengerjakan soal USBN. Bahkan, ada yang optimis mendapatkan nilai tertinggi.

“Dari situ, kami optimis hasilnya nanti meningkat dibanding sebelumnya. Sehingga, secara peringkat di Kota Magelang pun dapat terangkat,” imbuhnya yang menyebutkan, anak-anak muridnya banyak dari keluarga yang berjualan di malam hari.

Meskipun ada kekuatiran orangtua terhadap anaknya yang mondok di sekolah, namun tetap mendukung kegiatan tersebut. Karena anak-anak justru merasa senang dan lebih konsentrasi belajar. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?