Pelaksanaan USBN di Kota Magelang. (foto: siedoo.com)

Daerah

Mampu Pakai Komputer, USBN di Kota Magelang Tetap Pilih Manual


MAGELANG – Kemampuan sekolah menggunakan teknologi informasi, khususnya komputer, tidak dimanfaatkan maksimal dalam ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di Kota Magelang, Jawa Tengah. Kota yang di dalamnya terdapat Bukit Tidar ini lebih memilih menggunakan sistem kertas.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Magelang, Sucahyo Wibowo mengaku banyak pertimbangan dalam pelaksanaan USBN secara komputer test ataupun melalui aplikasi di smartphone.

“Meskipun sebenenarnya seluruh sekolah mampu dengan menggunakan sistem komputer,” katanya saat pemantauan pelaksanaan USBN di SMAN 1 Magelang, Rabu (6/3/2019).

Dari 14 SMA/MA se-Kota Magelang, tambahnya, hanya dua sekolah yakni MA Al Iman dan MAN Kota Magelang yang menggunakan USBN berbasis komputer. Selain sudah lengkapnya sarana prasarana kedua sekolah tersebut, menurut Sucahyo, juga karena di bawah naungan Kementerian Agama.

Keputusan pelaksanaan USBN, diakuinya, dengan sistem manual atau kertas dengan alasan perlu adanya aplikasi, persiapan yang matang, keterbatasan waktu dalam penyusunan soal, serta mepetnya waktu pengiriman soal dari provinsi.

“Karena proporsi soal USBN adalah 20%-25% dari Provinsi sedang 75%-80% dibuat oleh daerah melalui MGMP dan MKKS. Soal dari Provinsi dikirim cukup mepet, sehingga kita putuskan bersama agar memakai sistem manual atau kertas, yakni soal pilihan ganda menggunakan LJK dan essai menggunakan kertas terpisah,” bebernya.

Sucahyo menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti USBN yakni 2.159 siswa dari 14 SMA/MA se- Kota Magelang, dengan rincian siswa IPA 1.027 anak, IPS 1.014 anak, Bahasa 48 anak, dan Keagamaan 79 anak. Untuk pengawas USBN sendiri, menurut Sucahyo dengan menggunakan pengawas silang diantara satuan pendidikan.

Dalam pelaksanaan USBN tahun ini juga dibuat dua soal berdasarkan kurikulum yang masih dipakai oleh sekolah, yakni kurikulum KTSP 2006 untuk 669 siswa dan Kurikulum 2013 untuk 1.490 siswa.

Baca Juga :  Konsep Baru USBN

Untuk sekolah yang menggunakan soal kurikulum 2006, ada delapan sekolah antara lain SMAN 5 Magelang, SMA Muhammadiyah 1, SMA Muhammadiyah 2, SMA Kristen 1, SMA El Shadai, SMA Kristen Indonesia, SMAK Pendowo, SMA Tarakanita.

Sedangkan enam sekolah lainnya yakni SMAN 1 Magelang, SMAN 2 Magelang, SMAN 3 Magelang, SMAN 4 Magelang, MA Al Iman, dan MAN 1 Kota Magelang.

USBN digelar tiga hari, untuk hari pertama pada Senin (4/3) lalu, yakni mapel Pendidikan Agama dan Bahasa Indonesia. Hari kedua Selasa (5/3) mapel PPKN dan Biologi untuk kelas IPA. Hari Ketiga Rabu (6/3/2019) Matematika (Umum) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

“Untuk kelas IPS yakni mapel PPKN dan Sosiologi, sedang kelas Bahasa mapel PPKN serta Bahasa dan Sastra Indonesia. Alhamdulillah ujian hingga hari ketiga lancar, tidak ada kendala,” kata Waka Kurikulum SMAN 1 Magelang, Sumarsono.

Sumarsono menegaskan, secara kualitas dan kuantitas, SMAN 1 Magelang siap melaksanakan USBN dengan sistem komputer atau aplikasi di smartphone. Namun demikian, pihaknya berpatokan pada kesepakatan bersama seluruh sekolah di bawah naungan MKKS.

“Saya kira, SMAN 1 Magelang sangat siap dalam USBN menggunakan sistem komputer atau aplikasi smartphone. Bahkan sekolah kami rencananya akan digunakan untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2019,” tuturnya.

Kepala SMAN 3 Magelang, Joko Tri Haryanto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pelaksanaan USBN menggunakan sistem manual atau kertas. Itu sesuai dengan keputusan bersama kepala sekolah.

“Jika kedepan pelaksanaan USBN menggunakan sistem komputer, kami siap karena sarana prasarana juga sudah mendukung,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?