Daerah

Capaian KKN Tematik ITS, Ditekankan pada Capacity Building

SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur memberangkatan mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di lapangan upacara ITS. KKN Tematik ini bertujuan agar mahasiswa ITS dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari saat di bangku perkuliahan terhadap masyarakat nantinya.

KKN tematik ini terdapat pada mata kuliah Wawasan dan Aplikasi Teknologi. Saat ini, mata kuliah tersebut diikuti mahasiswa jenjang S1, D3, dan D4 sebanyak 745 mahasiswa yang terbagi dalam 90 kelompok. Setiap kelompok, memiliki dosen pembimbing masing-masing.

“Dosen-dosen tersebut sudah memiliki pengalaman di daerah yang ditargetkan pengembangannya,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng.

Guru besar Teknik Kimia ini menyampaikan, program KKN tematik sendiri, menuntut mahasiswa untuk menggali masalah dan potensi daerah. Serta membuat dan merencanakan proyek yang akan dikembangkan pada masyarakat daerah tersebut. Sehingga nantinya, riset data tersebut dapat digunakan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan KKN selama lima hingga tujuh hari di daerah-daerah lingkup Surabaya.

“Jadi selama rentang waktu tersebut mahasiswa benar-benar fokus mengembangkan masyarakat, tidak meriset data lagi,” terangnya.

Heru berharap, KKN tematik ITS ini dapat dirasakan manfaatnya pada seluruh lapisan masyarakat. “Untuk Surabaya pada khususnya, serta Indonesia pada umumnya,” ucanya.

Ia juga berharap program-program solutif yang dibawa mahasiswa dapat meminimalisasi masalah yang terjadi pada daerah yang dituju.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengungkapkan, KKN tematik ini melatih kemampuan mahasiswa ITS untuk bisa bersinergi dalam kelompok. Serta mengasah kepekaan sosial mahasiswa terhadap masyarakat.

“Selama pelaksanaan KKN nanti, kalian para mahasiswa akan membawa nama ITS, jadi manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat,” tutur guru besar Teknik Elketro ini dalam arahan pelepasannya.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak pembentukan kembali kurikulum KKN pada 2018 lalu, capaian pembelajaran yang ditekankan bagi mahasiswa lebih mengarah pada capacity building. Arahan ini bertujuan agar mahasiswa bisa membantu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang dituju nantinya.

Misalnya, ITS membantu kegiatan belajar siswa sekolah dasar melalui pembuatan aplikasi-aplikasi. Kalau KKN sebelumnya lebih ditekankan pada pembangunan fisik.

“Tunjukkan bahwa anda adalah mahasiswa terbaik ITS,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?