Anitya Izdihar Farhah, siswi SMAN 21 Bandung. (foto: disdik.jabarprov.go.id)

Tokoh

Siswi SMAN 21 Bandung Ini Juara 1 Lomba Menulis Pidato Berbahasa Sunda


Siedoo, Di era milenial ini, perlahan-lahan bahasa daerah mulai ditinggalkan. Bahkan, fenomena yang terjadi di Jawa Barat (Jabar), anak-anak muda cenderung lebih sering menggunakan bahasa Sunda kasar daripada bahasa Sunda halus.

Namun, hal ini tak berlaku bagi Anitya Izdihar Farhah, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung. Ia berhasil menjuarai Lomba Menulis Pidato Sunda, di mana dalam perlombaan ini peserta wajib menerapkan kosakata yang baik dan benar.

Pada Pasanggiri Nulis Naskah Pidato Basa Sunda tingkat pelajar SMA se-Kota Bandung, yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Maret 2019 itu, Anitya mampu mengalahkan puluhan siswa lainnya. Pada kompetisi ini, Anitya mengambil tema pidato pemberantasan hoax.

“Lomba tersebut membuat saya tertantang, terlebih menggunakan bahasa Sunda yang baik. Bukan bahasa yang digunakan sehari-hari atau bahasa Sunda kasar,” ungkapnya, seperti di laman disdik.jabarprov.go.id.

Dikatakan Anitya, selama ini bahasa Sunda yang digunakan anak muda Jabar umumnya bahasa Sunda kasar. Oleh karena itu, kompetisi ini bisa dijadikan ajang melatih kosakata kasar menjadi lebih halus dalam bentuk pembuatan naskah pidato bahasa Sunda.

Selain Lomba Naskah Pidato 2019, Anitya juga menjuarai beberapa perlombaan lainnya. Seperti pada Lomba Tilawatil Quran, Anitya mendapat peringkat kedua serta dua kali mengikuti kompetisi menghafal 1-2 Juz Alquran, ia meraih juara 1 dan 2.

“Kalau untuk lomba tahfiz, awalnya saya berniat mengetes hafalan saya. Bahkan, sempat terpikir tidak mendapatkan juara juga tidak apa-apa. Terlebih sejak di SMA saya jarang mengulang hafalan Alquran,” ujarnya.

Anitya menambahkan, berbagai perlombaan tersebut dilaluinya dengan giat berlatih. Selain itu, peran keluarga, guru, dan teman-teman juga memotivasi dirinya untuk lebih bersemangat. (*)

Apa Tanggapan Anda ?